Persib Bandung

Pemain Persib Bandung Gagal Angkat Blitar Bandung United, Ini Kata Robert Alberts

Seperti yang diketahui, ada empat pemain Persib Bandung yang dipinjamkan ke Blitar Bandung United.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Pemain Blitar Bandung United FC, Puja Abdillah (kanan) berusaha menghindar pemain PSMS Medan, dalam laga lanjutan Liga 2 2019 wilayah Barat, di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa (17/9/2019). Pertandingan berakhir imbang dengan skor (1-1). 

TRIBUNJABAR.ID - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mulai membicarakan nasib dari pemainnya yang dipinjamkan ke tim satelit di Liga 2, Blitar Bandung United.

Seperti yang diketahui, ada empat pemain Persib Bandung yang dipinjamkan ke Blitar Bandung United.

Mereka adalah Muchlis Hadi, Puja Abdillah, Wildan Ramdani, dan Agung Ramdani.

Bergabungnya empat pemain tersebut diharapkan bisa membantu Blitar Bandung United untuk tetap bertahan di Liga 2 musim depan.

 

Namun nyatanya Blitar Bandung United sudah dipastikan degradasi dari Liga 2.

Dengan berhentinya Blitar Bandung United dan masa peminjaman akan berakhir, maka membuat empat pemain tersebut akan kembali ke Persib Bandung.

Meski begitu, Robert Alberts belum bisa memastikan apakah akan tetap memakai jasanya pada musim depan atau mengakhiri kontraknya.

Robert Alberts mengaku masih akan menunggu bagaimana situasi terutama masalah regulasi untuk Liga 1 2020.

"Kami masih akan melihatnya. Karena apa yang akan dilakukan itu berdasarkan peraturan kompetisi, apakah kami masih harus mendaftarkan 7 pemain U-23 lagi musim depan atau tidak. Kami harus memperhatikan itu untuk mengambil langkah yang logis," ujar Robert Alberts, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu menanggapi perannya bersama Blitar Bandung United yang gagal mengangkat permaian tim, Robert Alberts menyinggung soal kualitas kompetisi dari Liga 2.

Jadi menurutnya, bukan hanya masalah anak asuhnya yang kurang maksimal, melainkan juga faktor lain di luar lapangan.

"Dan tidak bisa dilupakan juga soal bagaimana Liga 2 berjalan, bukan hanya kualitas dari tim-timnya tapi juga kualitas dari tim-timnya tapi juga bagaimana Liga 2 berjalan, itu yang penting untuk dilihat. Banyak pelatih yang mengeluh mengenai kualitas dari Liga 2 itu sendiri," jelasnya.

Sebelumnya, Robert Alberts juga menanggapi nasib Blitar Bandung United.

Robert Alberts mengatakan jika hal itu jelas di luar harapan.

Sebelumnya di awal musim, Robert Alberts sempat menargetkan Blitar Bandung United minimal tidak degradasi.

Menurut Robert Alberts, alasan Blitar Bandung United gagal memenuhi target adalah minimnya waktu persiapan.

Seperti yang diketahui, Blitar Bandung United baru terbentuk beberapa minggu sebelum bergulirnya Liga 2 2019.

Blitar Bandung United terbentuk setelah membeli lisensi dari klub asal Jawa Timur, Blitar United.

Hal itulah yang membuat komposisi pemain Blitar Bandung United belum maksimal.

"Tentu itu bukan hal yang diharapkan, tapi kembali lagi karena terbatasnya waktu persiapan untuk melakukan seleksi pemain, mayoritas pemain saat itu sudah bergabung dengan tim lain," ujar Robert Alberts, Selasa (1/10/2019).

Selain itu, Robert Alberts tidak bisa berbuat banyak untuk membuat Blitar Bandung United tetap bertahan di Liga 2.

Pelatih asal Belanda itu hanya berpesan segera melakukan evaluasi pada musim berikutnya.

Dengan begitu, harapannya Blitar Bandung United bisa kembali lagi promosi ke Liga 2.

"Rencana untuk bertahan di Liga 2 tidak berjalan. Sekarang bagaimana caranya untuk segera bangkit dan kembali ke Liga 2 secepatnya, itu pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka harus membangun tim yang kuat untuk musim depan supaya kembali ke Liga 2," ungkap Robert Alberts.(TribunWow.com/Elfan Fajar Nugroho)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved