Modus Baru Perdagangan Orang, Tawarkan Beasiswa dan Kerja di Taiwan

Polri mengungkap modus baru dalam tindak pidana perdagangan orang. Pelaku menawari korban dengan iming-iming beasiswa kuliah dan bekerja di Taiwan.

Modus Baru Perdagangan Orang, Tawarkan Beasiswa dan Kerja di Taiwan
KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Wadir Tipidum Bareskrim Polri Kombes Agus Nugroho (kiri) saat memberikan keterangan pers di Bareskrim Polri, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polri mengungkap modus baru dalam tindak pidana perdagangan orang. Pelaku menawari korban dengan iming-iming beasiswa kuliah dan bekerja di Taiwan.

Dua pelaku yang telah ditangkap, LK dan MJ menjanjikan beasiswa pada korban padahal korban dipekerjakan di Taiwan.

"Modusnya tersangka menawarkan kepada calon korban untuk kuliah dengan diberi beasiswa atau dibiayai sambil kerja dengan modal biaya administrasi Rp 35 juta," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Kombes Agus Nugroho dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (9/10/2019).

VIDEO-Helikopter Water Bombing Baru Tiba Sore Nanti, Kawah Putih Bakal Dibom untuk Atasi Karhutla

Para orang tua korban yang tidak mampu membayar, ditalangi tersangka. Tapi, jelas Agus, setelah korban kuliah dan bekerja di Taiwan, penghasilannya akan digunakan untuk melunasi biaya administrasi tersebut.

Para korban rata-rata berasal dari wilayah Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku meminta para korban melengkapi administrasi selayaknya seseorang akan mendaftar kuliah.

Antara lain dengan memberikan dokumen-dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), SKCK, surat persetejuan orang tua, hingga ijazah sekolah.

Cara Baru PSK di Cipanas Cianjur Mencari Mangsa, Ada Peran Anjelo, Tiap Transaksi Bawa 3 Wanita

Sebelum diberangkatkan, kata dia, para korban dan calon korban direkrut dan ditampung terlebih dulu selama beberapa waktu di Jakarta.

"Selama di penampungan, ada semacam kamuflase dengan menghadirkan perwakilan dari Taiwan yang mewawancarai korban untuk meyakinkan korban dan keluarganya," terang dia.

"Sesudah (dokumen) lengkap, mereka lalu diberangkatkan ke Taiwan," lanjut dia.

Atas perbuatannya, LK dan MJ dijadikan tersangka dengan Pasal 4 Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 83, Pasal 86 Huruf A UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Kekurangan Biaya Nikah untuk Beli Cincin Kawin, Pria Ini Nekat Merampok Bank

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved