Cerita Dedi Dores Rumahnya Dihujani Batu Segede Gajah, Perabotan dan Rumahnya Pun Hancur

Dodi Dores (37) adalah satu dari sejumlah warga yang menyaksikan langsung berjatuhannya batu sebesar gajah

Cerita Dedi Dores Rumahnya Dihujani Batu Segede Gajah, Perabotan dan Rumahnya Pun Hancur
TRIBUN JABAR / ERY CHANDRA
Batu-batu berukuran besar segede gajah dari perbukitan menimpa bangunan rumah dan sekolah di Purwakarta, Selasa (9/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dodi Dores (37) adalah satu dari sejumlah warga yang menyaksikan langsung berjatuhannya batu sebesar gajah dari perbukitan di Purwakarta. Batu-batu itu jatuh diduga  terjadi saat proses "Blasting" atau peledakan batu oleh PT MSS.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, dua rumah warga rusak berat. Rumah Dodi Dores sendiri hampir keseluruhannya hancur, hanya tersisa bagian depannya.

Meski tak ada korban jiwa manusia,  tampak seekor ayam tergeletak dekat sebuah batu berukuran cukup besar di bagian belakang rumahnya.

Sedangkan satu rumah lagi hampir serupa. Satu batu berukuran besar menimpa rumah tersebut. Kini, penghuni rumah sudah mengungsi. Sedangkan puluhan rumah, dan sekolah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Dodi menceritakan peristiwa yang terjadi itu sekitar pukul 12.30 WIB, pada Rabu (8/10/2019). Menurutnya ketika itu tengah dilakukan proses peledakan bebatuan. Lalu, batu-batu berukuran kecil hingga besar berjatuhan ke permukiman warga.

Ternyata, Masa Kecil Soeharto Sangat Trauma dengan Alat yang Menjadi Lambang PKI

"Pada jatuh ke bawah, ada yang terbang dan lainnya. Akhirnya masuk ke rumah, madrasah, kena pepohonan, ke jalan, dan lainnya," ujar Dodi kepada Tribun Jabar, di kediamannya, di Kampung Cihandeleum RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, pada saat bebatuan jatuh itu seperti tidak kelihatan berupa batu-batu. Tetapi mulanya berupa asap begitu pekat yang terjadi. Saat itu, di dalam rumah istrinya tengah melaksanakan salat.

"Suaranya begitu gemuruh dan dahsyat. Suaranya brak, seperti tembakan. Dengan kecepatan cepat. Saya sudah diluar, lalu memanggil masyarakat sambil menjerit-jerit memberitahu," katanya.

Dodi menuturkan selain rumah hancur, benda-benda yang berada didalam rumahnya juga rusak parah. Semisal kulkas, laptop, printer, seluruh barang peralatan dapur, pakaian, handycam, kamera digital, lemari, dan lainnya.

Misteri Cahaya Hijau dan Ular Belang saat Longsor Menerjang Desa Kanoman Cianjur

"Ini rumah rusak berat, enggak bakalan bisa disambung karena hancur. Rugi dihitung sementara bisa ratusan juta lebih. Bangun rumah seperti ini lagi sudah berapa totalnya," ujarnya.

Dia menyampaikan semestinya pihak perusahaan tersebut bisa memperhitungkan dampak yang akan terjadi. Menurutnya, bukan hanya persoalan materi tetapi nyawa yang terancam.

"Demi keselamatan warga kami di sini, tolonglah keteledoran dan kecerobohan yang dilakukan oleh perusahaan jangan sampai terulang kembali seperti ini lagi," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved