Perhutani KPH Bandung Utara Libatkan Berbagai Elemen Atasi Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau

Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara harus melibatkan berbagai elemen untuk menangani

Perhutani KPH Bandung Utara Libatkan Berbagai Elemen Atasi Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
ilustrasi kebakaran hutan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara harus melibatkan berbagai elemen untuk menangani kejadian kebakaran hutan selama musim kemarau.

Hal tersebut karena selama musim kemarau, kejadian kebakaran hutan yang masuk area Perhutani jumlahnya cukup banyak jika dibandingkan dengan musim hujan.

Jumlah kebakaran tersebut mencapai tujuh kejadian, bahkan kebakaran terakhir yang terjadi di kaki Gunung Tangkubanparahu pemadamannya harus dilakukan selama dua hari.

"Kami melibatkan petugas Polisi Hutan (Polhut) dan Polisi Teritorial (Polter) dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta relawan masyarakat peduli api," ujar Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, para personel juga kerap dibekali Jet Shooter berupa alat pemadam portabel yang bisa di bawa masuk kedalam hutan untuk menangani kebakaran tersebut.

Anggota Dewan Terpilih dari 9 Kabupaten di Jawa Barat Ikuti Orientasi di Cimahi Selama Empat Hari

Hal tersebut dilakukan karena biasanya kebakaran hutan tersebut memang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran, sehingga pihaknya harus melibatkan berbagai personel.

"Karena hampir hampir beberapa bulan tidak ada hujan, jadi cuaca panas. Sehingga area hutan mudah terbakar ketika ada pemicunya seperti puntung rokok atau ada api yang merembet dari pembakaran di kebun atau tanah milik warga," katanya.

Sementara Berdasarkan data Pemadam Kebakaran KBB, total kebakaran selama tahun 2019 dari Januari hingga Oktober sudah terjadi sebanyak 170 yang didominasi kebakaran hutan dan lahan. Dari jumlah tersebut sekitar 85 persen terjadi saat musim kemarau.

"Bahkan dua bulan terkahir dari Juli hingga September 2019 terjadi 97 kasus kebakaran. Kalau dari Januari hingga Mei hanya sekitar 30 kejadian, lalu mulai meningkat pada Juni atau saat musim kemarau," kata Kabid Pemadam Kebakaran KBB, Nanan Sunandar, belum lama ini.

BNPB Besok Terjunkan Helikopter Padamkan Api di Puncak Mega Gunung Malabar

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved