Pemulangan Warga Asal Jabar dari Wamena Diundur Jadi Hari Rabu, Ada Masalah Teknis di Bandara

Pemulangan 68 warga dari Wamena, Papua, ke Jawa Barat diundur sehari dari awalnya direncanakan Selasa (7/10/2019), menjadi Rabu

Pemulangan Warga Asal Jabar dari Wamena Diundur Jadi Hari Rabu, Ada Masalah Teknis di Bandara
hand out
Massa pengunjuk rasa bakar kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemulangan 68 warga dari Wamena, Papua, ke Jawa Barat diundur sehari dari awalnya direncanakan Selasa (7/10/2019), menjadi Rabu (8/10/2019).

Selanjutnya warga asal Jawa Barat yang selama ini tinggal di Wamena tersebut akan diantar oleh pemerintah kabupaten dan kota menuju keluarganya di daerah masing-masing.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Barnas Adjidin, mengatakan pengunduran tersebut disebabkan masalah teknis di bandara. Keberangkatan warga dari Papua pun kembali dijadwalkan pukul 07.00 WIT dan sampai di Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng pukul 10.00 WIB.

"Sebelumnya ada masalah dalam pemesanan tiket, sekarang sudah clear berangkat Rabu. Kemudian akan diterima Gubernur Jabar di Gedung Pakuan sekitar pukul 19.00," kata Barnas saat dihubungi, Selasa (8/10).

Penjabat Sekda Jabar, katanya, telah menyurati bupati dan wali kota yang warganya akan pulang dari Wamena. Pemerintah daerah, katanya, sudah diminta untuk menjemput dan mengantar sampai keluarganya di daerahnya masing-masing.

Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Warga Malah Syukuran, Ini Penilaian Sosiolog

Ketua Harian Jabar Quick Response, Mochamad Hanief, mengatakan pemulangan warga asal Jabar ini pada didasarkan pada skala prioritas saja yang memiliki unsur kedaruratan. Pihaknya harus hati-hati memulangkan warga jangan sampai ada kesan eksodus demi menjaga keamananan.

"Warga yang akan pulang ini bersama kami masih dengan Paguyuban Sunda Ngumbara yang menampung di Sentani. Penerbangan akan dilakukan dari Jayapura karena kalau di Sentani susah. Kami mau pesan tiket saja tidak ada, susah," katanya.

Warga yang dipulangkan ini, katanya, sebagian mengalami sakit ringan seperti batuk dan flu. Hanya saja, mereka membutuhkan penanganan psikologis karena beberapa di antaranya mengalami trauma dan rumahnya terbakar.

Pemulangan ini dilakukan tim pendahulu dari Dinas Sosial Pemprov Jabar dan Jabar Quick Response (JQR) dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved