Minggu, 19 April 2026

Persib Bandung

Laga Persib Bandung Terancam Ditunda, Robert Alberts Curhat: Tidak Bisa Katakan Ini Budaya Kita

Pertandingan antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (19/10/2019) terancam ditunda.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Theofilus Richard
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Esteban Vizcarra dalam laga Persebaya Surabaya vs Persib Bandung pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertandingan antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (19/10/2019) terancam ditunda.

Pasalnya, pertandingan ini akan di gelar satu hari sebelum pelantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Memang belum bisa dipastikan apakah laga ini akan ditunda atau tidak.

Tetapi jika berkaca kepada penundaan laga kontra Arema FC yang disebebakan keamanan nasional, maka bisa saja penundaan pertandingan kontra Persebaya Surabaya terulang.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memberikan tanggapan soal potensi ditundanya laga menghadapi Persebaya Surabaya.

"Saya tidak tahu tentang situasi politik di negeri ini, tapi saya fokus di sepakbola, dan apapun konsekuensi yang menimpa sepakbola, kami harus menerima itu," ujar Robert Alberts belum lama ini.

Persib Bandung Berharap Tak Ada Lagi Laga yang Ditunda, Ini Alasannya

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha)

Pelatih asal Belanda ini menambahkan bahwa sepakbola Indonesia harus mulai belajar tentang pertandingan yang tidak melibatkan banyak pihak kepolisian.

"Tapi, ini adalah sesuatu yang harus dijadikan pelajaran di Indonesia. Apa yang harus dilakukan dengan sepakbola? Kenapa kita harus menunda pertandingan sepakbola, ketika orang-orang datang ke stadion untuk menikmati sepakbola? Kita harus belajar kalau kita tidak perlu banyak polisi untuk mengamankan stadion," katanya.

Robert Alberts juga ingin para suporter untuk mengubah paradigma bahwa menyaksikan pertandingan sepakbola harus dengan kekerasan.

Dia ingin, suporter memahami bahwa sepakbola seharusnya bisa dinikmati tanpa adanya kekerasan di dalam maupun luar stadion.

Eks Persib Bandung Ini Bingung, Tak Pernah Daftar tapi Jadi Calon Anggota Komite Eksekutif

"Suporter juga harus mengerti, kalau mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan sepakbola. Bukan untuk buat keributan dengan tim lain. Ini adalah proses pendidikan yang harus dilalui, kami ingin terus main bola, bebas, tidak terikat situasi politik di sebuah negara," katanya.

Menurut Robert Alberts, di Eropa yang menjadi kiblat sepakbola dunia tak mengalami penundaan jadwal pertandingan akibat adanya pemilu.

Pertandingan sepakbola tetap bisa digelar meskipun di saat yang bersamaan sedang menggelar pemilu.

"Coba sebut negara di Eropa yang menunda pertandingan sepakbola ketika ada pemilu di negaranya? Tidak ada. Dan kita tidak bisa mengatakan kalau ini budaya negara kita. Kita harus bilang bahwa kita harus belajar dan berkembang. Ini adalah tanggung jawab untuk semua rakyat Indonesia, termasuk klub, suporter, polisi, dan partai politik," katanya.

Lawan Persebaya Surabaya Terancam Ditunda, Persib Bandung Kapan Berlatih Lagi?

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved