Breaking News:

Faisal Basri Sebut Beberapa Menteri dan Wakil Menteri Ini Tak Layak, Harus Diganti

Ada beberapa menteri yang dianggap layak dan patut dipertahankan di pemerintahan periode 2019-2024 mendatang.

Editor: Yongky Yulius
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. 

TRIBUNJABAR.ID - Bursa menteri Kabinet Kerja Jilid II semakin santer dibicarakan, menyusul waktu pelantikan presiden dan wakil presiden yang bakal dilangsungkan pada 20 Oktober 2019 nanti.

Ada beberapa menteri yang dianggap layak dan patut dipertahankan di pemerintahan periode 2019-2024 mendatang.

Akan tetapi, ada juga yang sebaliknya, seperti yang disampaikan ekonom senior Faisal Basri, ada beberapa menteri memiliki kinerja terburuk, sehingga harus diganti.

Dilansir oleh TribunWow.com dari tayangan KompasTV, Minggu (6/10/2019), Faisal Basri menyebut kinerja mereka paling parah dan merugikan negara.

Siapa saja mereka?

Diketahui, dalam memilih menteri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki sejumlah kriteria.

Di antaranya mampu mengeksekusi program, berani mengambil keputusan, dan memiliki integritas.

Terkait hal itu, pertama, Faisal Basri menyebut kementerian dengan kinerja terparah adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM).

Oleh karena itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan disebut satu di antara menteri yang wajib diganti.

"Kalau kita lihat dari prestasi, paling parah adalah menteri ESDM dan wakilnya (Arcandra Tahar)," ujar Faisal Basri.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved