Satu di Antaranya Balita, 8 Warga Sumedang Korban Kerusuhan Wamena Minta Pulang

Warga Sumedang yang tinggal di Wamena, Papua memilih pulang kampung bersama warga Jabar lainnya.

Satu di Antaranya Balita, 8 Warga Sumedang Korban Kerusuhan Wamena Minta Pulang
KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA
Ilustrasi: Kondisi warga yang mengungsi di markas Polisi Militer pasca-kerusuhan Wamena pada pagi ini, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Warga Sumedang yang tinggal di Wamena, Papua memilih pulang kampung bersama warga Jabar lainnya.

Dari 68 orang warga Jabar yang memilih pulang pascakerusuhan di Wamena sebanyak delapan orang asal Sumedang, satu di antaranya masih bayi berusia tiga tahun.

“Kami telah menerima radiogram dari Setda Pemprov Jabar yang meminta Pemkab Sumedang menjemput delapan warga asal Sumedang yang tinggal di Wamena, Papua,” kata Rusyana, Kasubag Sosial, Bagian Kesejahteraan Setda Pemkab Sumedang, Senin (7/10/2019).

Bupati Majalengka Karna Sobahi Jenguk 2 Warganya yang Jadi Korban Kerusuhan di Wamena

Korban Kerusuhan di Wamena Pulang ke Majalengka Besok, Ikut Rombongan Pemprov Jabar

Jumlah Pengungsi Warga Garut di Wamena Masih Dilakukan Pendataan, Belasan Orang Tertahan di Jayapura

Menurutnya 68 warga Jabar termasuk delapan orang asal Sumedang itu akan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (8/10) ini pukul 12.00.

“Warga asal Jabar yang ingin pulangdari Wamena sedang dijemput Dinsos Pemprov Jabar, BAZNas Jabar dan tim quick respon,” katanya.

Dalam surat radiogram itu, Dinsos dan Baznas Sumedang diminta untuk menjemput warga Sumedang yang sedang bekerja di Wamena itu.

Dari daftar pengungsi asal Jabar korban kerusuhan Wamena, dari delapan orang itu terdiri dari lima laki-laki dan tiga perempuan.

Pengungsi laki-laki asal Babakan Cikamuning, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan bekerja sebagai buruh bangunan.

Sedangkan yang perempuan satu orang ibu rumah tangga, anak berusia tiga tahun serta seorang perempuan lagi bekerja di Laundri.

Kelima korban laki-laki kerusuhan Wamena itu adalah Ridwansyah (39), Beni Irawan (39), Wahyudin (36), Yustriwanto (29) , Firman (26). Faedah (55) ibu rumah tangga dan seorang anak berusia 3 tahun Enji Algifari.

Mereka tinggal di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan.

Sedangkan Rina Mardiana Dewi (26) asal Dusun Cigulampok, Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung dan beerja sebagai laundry.

“Mereka dijemput dan menyatakan ingin pulang ke Sumedang,” kata Rusyana. (deddi rustandi)

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved