Paroki Dayeuhkolot Bandung Gelar Misa Inkultarasi, Perkuat Keberagaman, Ada Tarian Caci Manggarai

Keberagaman adalah pesan utama dalam perayaan misa bertajuk 'Misa Inkulturasi' yang juga dipimpin Romo Hermanus Sudarman. Ada pertunjukan tarian caci

Paroki Dayeuhkolot Bandung Gelar Misa Inkultarasi, Perkuat Keberagaman, Ada Tarian Caci Manggarai
Tribun Jabar/Tarsisius Sutomonaio
Pastor Paroki Dayeuhkolot, Romo Hermanus Sudarman, saat paki reis tarian caci setelah misa inkulturasi di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (6/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ada yang tidak biasa saat misa di Gereja St Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (6/10/2019).

Pastor Paroki Dayeuhkolot, Romo Hermanus Sudarman, yang memimpin misa mengucapkan salam dalam beberapa bahasa daerah.

"Sampurasun (Sunda), sugeng enjang (Jawa), horas (Batak), tabe (Manggarai Flores), tabik (Makassar)," katanya di awal misa itu.

Sebagian besar petugas misa dan umat memakai beragam pakai adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Misalnya, beberapa umat yang berasal dari Pulau Flores menggunakan kain tenun khas dari sejumlah daerah di sama mulai dari Manggarai, Bajawa, Ende, Maumere, hingga Flores Timur.

Ada juga umat yang memakai pakai adat dari Papua dan Maluku serta Makassar.

Khusus untuk umat yang mengenakan pakai adat dari Papua, tampak hanya kurang dari lima orang.

Menurut Romo Hermanus Sudarman, dalam misa tersebut semestinya banyak yang mengenakan pakai adat dari Papua.

"Mereka seharus berada di sini dan menampilkan tarian khas Papua. Sayang mereka tak bisa kembali ke Bandung dari liburan di Papua karena kerusuhan yang terjadi di sana," ujarnya.

Dalam perayaan misa inkulturasi itu, bukan hanya Romo Hermanus Sudarman yang mengucapkan kata-kata dalam berbagai bahasa daerah.

Petugas misa memakai beragaman pakaian khas dari berbagai daerah dalam misa inkulturasi di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (6/10/2019).
Petugas misa memakai beragaman pakaian khas dari berbagai daerah dalam misa inkulturasi di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (6/10/2019). (Tribun Jabar/Tarsisius Sutomonaio)
Halaman
1234
Penulis: Tarsisius Sutomonaio
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved