Kisah Warga Rancaekek Terjebak Kerusuhan di Wamena, Barang Dagangan Dijarah, Mau Pulang ke Bandung

Deni Permana (40) warga Desa Sanghyang, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, tidak bisa melupakan peristiwa

Kisah Warga Rancaekek Terjebak Kerusuhan di Wamena, Barang Dagangan Dijarah, Mau Pulang ke Bandung
Kolase Tribun Jabar (HO Tribunnews dan ISTIMEWA)
kerusuhan di Wamena Papua 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Deni Permana (40) warga Desa Sanghyang, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, tidak bisa melupakan peristiwa berdarah di Jalan Hom-hom, Kabupaten Wamena pada dua pekan lalu.

Deni sejak 2015, berjualan pakaian dan jok motor di Wamena dengan jualan keliling. Ia tinggal di kos-kosan bersama adiknya. Pada suatu pagi, ia sedang membereskan barang‎-barang dan siap-siap bekerja.

"Tiba - tiba saja saya lihat anak-anak SMA seperti sedang tawuran, rusuh, mereka membakar semuanya. Tepat di depan kosan saya," ujar Deni saat dihubungi via ponselnya, Senin (7/10/2019).

Deni kemudian panik, ketakutan karena massa yang ia lihat tampak tidak terkendali. Ia sempat mengambil gambar. Ia meninggalkan kos-kosannya mencari tempat aman karena jarak tempat dia kos dengan lokasi kerusuhan hanya terpaut beberapa meter saja.

Muzdalifah Pakai Baju Ketat Motif Macan Tutul, Netizen pun Langsung Menyoroti

"Setelah itu polisi dan TNI datang. Saya dan warga sekitar dievakuasi ke kantor Polres dan Kodim setempat," ujar Deni. Saat ini, ia sudah dievakuasi ke Jayapura untuk dipulangkan ke Kota Bandung oleh Pemprov Jabar.

"Sekarang saya di Kota Jayapura, diungsikan ke sini karena di Wamena masih tidak aman. Saya mau dipulangkan ke Bandung oleh Pemprov Jabar. Kalau adik saya katanya masih mau tinggal di sini," ujarnya.

Ia berkisah, selama empat tahun tinggal dan mencari nafkah di Wamena sebagai pedagang pakaian, suasana Wamena, kota di Lembah Baliem itu, tampak aman dan nyaman serta asri. Tak terasa, ia betah tinggal di sana apalagi penghasilan berjualan cukup menjanjikan.

"Saya jualan pakaian dan jok motor mobil. Barangnya saya ambil dari Bandung. Dijual keliling, saat itu diajak rekan saya ke Wamena. Saya ikut dan mencoba tinggal, ternyata betah karena warganya ramah dan kotanya nyaman. Tapi semua berubah setelah ada kejadian ini," kat‎a Deni, yang semula bekerja sebagai perajin telur bebek di Rancaekek.

Tak Tahan, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan Rusak, Bidan Tiba Usai Bayi Keluar

Saat ini, satu hal yang mengganjal di pikiranya. Saat ia kembali ke Bandung, ia tidak tahu pekerjaan apa yang harus dilakoni. Di sisi lain, modal yang ia dapati sebelumnya, ludes karena barang-barangnya ikut terjarah.

"Saat ini modal saya habis semua. Yang ada cuma sisa utang, itupun saya masih bingung mengembalikannya. Kalau kembali bekerja di Papua, saya masih trauma. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk perekonomian saya," kata Deni.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved