Jumlah Pengungsi Warga Garut di Wamena Masih Dilakukan Pendataan, Belasan Orang Tertahan di Jayapura

Sebanyak 25 warga Garut menjadi pengungsi setelah kerusuhan melanda Wamena dan Jayapura.

Jumlah Pengungsi Warga Garut di Wamena Masih Dilakukan Pendataan, Belasan Orang Tertahan di Jayapura
KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA
Ilustrasi:m Kondisi warga yang mengungsi di markas Polisi Militer pasca-kerusuhan Wamena pada pagi ini, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 25 warga Garut menjadi pengungsi setelah kerusuhan melanda Wamena dan Jayapura.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 orang kini telah mengungsi di Jayapura.

Plt Kepala Dinas Sosial Garut, Nurdin Yana, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan warga Garut yang berada di Papua.

Kisah Warga Rancaekek Terjebak Kerusuhan di Wamena, Barang Dagangan Dijarah, Mau Pulang ke Bandung

Trauma Ingin Cepat Pulang, Dua Korban Kerusuhan di Wamena Sudah Tiba di Majalengka

68 Warga Jabar di Wamena Pilih Pulang ke Kampung Halaman, Paling Banyak dari Garut

Rencananya untuk warga yang mengungsi, akan segera dipulangkan ke Garut.

"Pemprov Jabar sudah memfasilitasi kepulangannya. Kabar terakhir, besok mereka sudah tiba di Bandung jika tidak ada perubahan," ujar Nurdin saat dihubungi, Senin (7/10/2019).

Untuk sementara, tidak ada warga Garut yang menjadi korban akibat kerusuhan di Wamena.

Rata-rata mereka sudah lebih dari satu tahun merantau ke Papua.

"Kerjanya ada yang jual gordeng, ada juga yang pasang wallpaper dinding. Sekarang posisinya sudah aman di Jayapura," katanya.

Nurdin menyebut, jumlah pengungsi asal Garut bisa saja berubah.

Hingga kini pihaknya juga masih melakukan pendataan.

"Insya Allah besok pulang dan diterima di provinsi dulu. Besok sore kami akan jemput mereka ke Bandung," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved