Hingga Sore Api Masih Membakar Kawasan Puncak Mega Kabupaten Bandung dan Mengancam Gunung Puntang
Api masih membakar lahan di kawasan Petak 31A, Puncak Mega, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (7/10/2019) sore.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAUNG - Api masih membakar lahan di kawasan Petak 31A, Puncak Mega, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (7/10/2019) sore.
Tim gabungan Perhutani, TNI, Polri, Pemkab Bandung, masyarakat dan komunitas pecinta alam masih berjibaku memadamkan api.
Hingga Senin sore hari api masih menyala di Puncak Mega Gunung Malabar di Petak 31A.
Bahkan api mulai merembet ke Petak 30 Gunung Puntang Cimaung, Kabupaten Bandung, akibat tiupan angin yang kencang.
• Kebakaran di Gunung Malabar Merembet ke Gunung Puntang, Pemadaman Sulit karena Posisi Api di Tebing
• Sulit Padamkan Api karena Tebing Curam, Bupati Bandung Ajukan Bantuan Helikopter ke BNPB
Ketua Persaudaraan Gunung Puntang IndosatCare, Radi Rahman yang menerjunkan tim untuk ikut melakukan pemadaman mengatakan, kondisi medan sangat terjal dan berbatu, sehinnga tim gabungan kesulitan melakukan pemadaman.
"Api sudah mencapai Cikolotok Kecamatan Pacet, itu ada di Kawasan Malabar 1 dan Malabar 2," kata Radi ditemui di Pos Karhutla Gunung Puntang tadi sore.
Radi mengungkapkan, tak hanya medan yang sangat terjal, untuk sampai ke titik api dibutuhkan perjalanan waktu sekitar 3-4 jam.
"Akses kesana tiga jam paling cepat, medan sulit ada di kemiringan 45-60 derajat. Sekarang posisi api ada di atas membakar lereng, jadi banyak batu berjatuhan dan tim mundur," ungkapnya.
Radi menambahkan, tim gabungan yang ikut pemadaman harus melakhkan pemadaman dengan cara manual.
Dengan membuat ilaran dengan cara mencangkul lahan agar api tidak merembet, namun usahanya itu tidak sepenuhnya berhasil karena hembusan angin.
"Api merembet, terbawa angin. Kami sudah sepenuh tenaga untuk memadamkan api itu, tapi angin kencang sehingga api muncul di titik lainnya," jelasnya.
Titik api harus dipadamkan dengan cara di siram di atas udara menggunakan helikopter.
Pasalnya titik api terus merambat ditambah medan yang sulit sehingga membutuhkan bantuan percepatan agar api tidak merembet ke Gunung Puntang.
Titik api awalnya muncul di wilayah kaki Gunung Malabar di Kecamatan Arjasari, kini sudah merambat menuju kawasan Kecamatan Banjaran, Pacet, dan mengancam kawasan Gunung Puntang yang ada di Kecamatan Cimaung hingga Pangalengan. (mud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bakar-malabar.jpg)