BNPB Diminta Turunkan Helikopter Untuk Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Malabar dan Puntang

Ketua Harian Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, memohon BNPB segera mengirimkan helikopter

BNPB Diminta Turunkan Helikopter Untuk Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Malabar dan Puntang
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Kebakaran di Gunung Malabar Merembet ke Gunung Puntang, Pemadaman Sulit karena Posisi Api di Tebing, Kebakaran lahan gambut yang terjadi di Gunung Malabar, Kecamatan Arjasari merambat ke Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Minggu (6/10/219) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Harian Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, memohon Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) segera mengirimkan helikopter pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Puntang dan Malabar, Kabupaten Bandung, yang terjadi sejak Jumat (4/10/2019).

Sampai, Senin (7/10) tim pemadam yang terdiri atas berbagai instansi dan masyarakat kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

"Lokasinya terjal, sehingga sulit dituju. Anginnya juga kencang," kata Epi di Bandung, Senin (7/10/2019).

Spot Pendakian Puncak Mega di Gunung Malabar Terbakar, Sejak Akhir Pekan Lalu

Hingga Malam, Kebakaran Lahan Gambut Masih Melanda Kawasan Kawah Putih Rancabali

Hingga Sore Api Masih Membakar Kawasan Puncak Mega Kabupaten Bandung dan Mengancam Gunung Puntang

Padahal, menurut Epi, petugas terkait dibantu masyarakat sekitar sudah dikerahkan untuk memadamkan api.

Tim terdiri dari Polsek, Koramil, Perhutani, dibantu 120 masyarakat peduli alam sekitar sejak hari pertama sudah berupaya memadamkannya.

Epi yang juga Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini menuturkan api semakin meluas di kedua gunung yang lokasinya berdekatan itu. Kebakaran ini setidaknya terjadi di 170 hektare hutan.

Di wilayah Resort Pemangkuan Hutan Banjaran tepatnya di petak 21, kebakaran terjadi di lahan seluas 30 hektare, serta di lokasi Pemanfaatan Hutan Sosial seluas 140 hektare. Dia menilai, kebakaran hutan ini terjadi akibat musim kemarau yang ekstrem.

Bahkan, menurutnya di beberapa kabupaten di wilayahnya sudah tidak turun hujan sejak tiga bulan berturut-turut. Lebih lanjut Epi katakan, kebakaran hutan kali ini merupakan kali keempat di Jawa Barat pada 2019.

Sebelumnya, kebakaran serupa terjadi di Gunung Ciremai (Kabupaten Kuningan dan Majalengka), Purwakarta, dan Gunung Guntur serta Kamojang di Kabupaten Garut. Sejak musim kemarau ini, pihaknya langsung membentuk Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Jawa Barat. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved