Baru Diperbaiki, Jalan Raya Padabeunghar di Kabupaten Sukabumi Sudah Rusak Lagi

Rusaknya Jalan Raya Padabeunghar di Kabupaten Sukabumi ini mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Jabar.

Baru Diperbaiki, Jalan Raya Padabeunghar di Kabupaten Sukabumi Sudah Rusak Lagi
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Hasim Adnan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jalan Raya Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kembali rusak akibat sering dilalui kendaraan pengangkut barang. Padahal, jalan tersebut baru diperbaiki.

Rusaknya Jalan Raya Padabeunghar ini mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Jabar.

"Kalau perlu, cabut izin perusahaan yang melanggar aturan dan merusak jalan provinsi. Hal ini penting dilakukan supaya menimbulkan efek jera," kata anggota DPRD Jabar Hasim Adnan melalui ponsel, Senin (7/10/2019).

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat sebelumnya mempersoalkan banyaknya kendaraan pengangkut barang yang melintasi Jalan Raya Padabeunghar - Jalan Raya Cibatu, yang memiliki tonase melebihi kapasitas jalan.

Karena akibat ulah angkutan ini, jalan yang baru diperbaiki kembali rusak.

Hasim mengingatkan bahwa jangan sampai anggaran yang telah digelontorkan dalam rangka memperbaiki jalan provinsi tersebut menjadi mubazir, hanya gara-gara lebih mengedepankan kepentingan perusahaan dalam mengeruk keuntungan tapi merusak lingkungan, termasuk merusak kepentingan dan fasilitas umum.

Persib Bandung Hanya Berjarak 4 Poin dari Zona Degradasi, Persebaya dan Persija Sudah Menanti

Persib Bandung Buka Kans Ganti Markas, Lawan Persebaya Surabaya & Persija Jakarta Berpotensi Ditunda

"Saya bukan anti terhadap pengusaha, tapi kalau pengusaha itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku dan malah merusak kepentingan rakyat secara umum, maka pemerintah harus bisa mengambil sikap dan tindakan tegas," ujar Hasim Adnan.

Lebih lanjut, Hasim mendukung upaya masyarakat setempat yang melakukan aksi protes terkait rusaknya jalan provinsi dengan cara membuat kuburan di tengah jalan yang sempat viral karena sudah lama tak kunjung diperbaiki.

Meski demikian, Hasim juga meminta masyarakat setempat untuk kembali menggalang solidaritas agar jalan yang baru diperbaiki itu tidak gampang rusak.

"Setahu saya, anggaran untuk perbaikan jalan itu sangat fantastis, karena bisa bertahan untuk jangka waktu 25 tahun. Tapi percuma, bila belum saatnya dilalui oleh kendaraan. Terlebih kendaraan yang over tonase. Nah, di sinilah peran rakyat setempat kembali diperlukan untuk menjaga lemburnya dari para perusak fasilitas umum," kata Hasim.

Selain mendorong partisipasi rakyat setempat, Hasim juga meminta pihak-pihak terkait terutama di level provinsi bisa menunjukkan taringnya dalam menegakkan hukum. Mengingat penyakit kendaraan over tonase di Kabupaten Sukabumi tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

"Problem kendaraan over tonase sudah ada sejak jaman Pak Aher menjabat Gubernur. Saya ingat betul, saat itu dalam tanggapan Gubernur, disebutkan bahwa yang jadi persoalan bukan kualitas jalan, melainkan banyaknya kendaraan over tonase yang melewatinya," kata Hasim Adnan.

Hasim berharap Gubernur Jabar saat ini bisa menyudahi problem yang sudah lama ini dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan main yang ada.

"Saya akan sangat mengapresiasi bila Kang Emil, bisa memaksimalkan perannya sebagai Gubernur Jawa Barat yang mengedepankan kemasalahatan umat," kata Hasim Adnan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved