Upacara Adat Ngalokat Cai Nyalametkeun Selokan, Bentuk Rasa Syukur dari Warga Cihideung

Upacara adat Ngalokat Cai Nyalametkeun Solokan yang diadakan oleh warga Desa Cihideung, Kecamatan Parangpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Upacara Adat Ngalokat Cai Nyalametkeun Selokan, Bentuk Rasa Syukur dari Warga Cihideung
tribunjabar/hilman kamaludin
Upacara adat 'Ngalokat Cai Nyalametkeun Solokan' di Desa Cihideung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG - Upacara adat Ngalokat Cai Nyalametkeun Solokan yang diadakan oleh warga Desa Cihideung, Kecamatan Parangpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai bentuk rasa syukur karena sumber air untuk petani dan penjual tanaman hias sangat berlimpah.

Upacara adat yang digelar di sumber air irung-irung Dusun Kancah, Kampung Panyairan itu, kegiatannya meliputi kegiatan membersihkan selokan, ritual ngalokat cai dan hiburan soderan ketuk tilu cakrub cai atau air.

Tokoh Masyarakat sekaligus Budayawan Lokal, Mas Nanu Muda (60), mengatakan, kegiatan membersihkan selokan dalam upacara adat tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga sumber air yang ada.

"Selain itu untuk membangun potensi masyarakat yang sebagian besar para wirausahawan di bidang tanaman hias dan petani," ujarnya saat ditemui disela upacara Ngalokat Cai Nyalametkeun Solokan, Minggu (6/10/2019).

Warga Cihideung Jaga Kelestarian Alam dari Kepentingan Bisnis dengan Upacara Ngalokat Cai

Sebetulnya, kata dia, upacara adat ini pernah vakum selamu 8 tahun, namun beberapa tahun terakhir kegiatan tersebut dilaksanakan kembali sebagai bentuk rasa syukur dan kepeduluan terhadap lingkungan alam.

"Baru berapa terakhir diadakan lagi, supaya sumber air tidak dikuasi oleh para pengusaha dan masyarakat harus tetap menjaganya," kata Mas Nanu Muda.

Warga Cihideung, Dadan Solihin (46), mengaku sangat mendukung dengan adanya upacara adat tersebut, karena selain untuk menjaga alam dari para pengusaha, warga setempat bisa melestarikan budaya.

"Selain itu ada hiburannya juga (Soderan ketuk tilu cakrub cai) jadi warga bisa merasa terhibur dengan adanya kegiatan seperti ini," katanya.

Ia mengatakan, selama ini memang sumber air di Desa Cihideung untuk kebutuhan tanaman hias dan petani sangat berlimbah dan tidak pernah kekurangan air meskipun saat musim kemarau.

"Iya kalau untuk kebutuhan pertanian memang tidak pernah habis, jadi tetap harus dijaga, jangan sampai sumber yang ada jadi hilang," katanya.

Hal senada dikatakan Nuraeni (36), menurutnya, upacara Ngalokat Cai Nyalametkeun Solokan ini untuk mengingatkan warga agar menjaga sumber air yang ada karena selama ini air tetap berlimpah.

"Menurut saya kegiatan ini sebagai pengingat agar kita juga peduli terhadap alam, khsusunya air yang sudah memberikan kehidupan kepada para petani," ucapnya.

Pasca Kalah dari Madura United, Persib Bandung Gelar Evaluasi, Ini Kata Yaya Sunarya

Gestur Kevin van Kippersluis ke Asisten Wasit di Laga Madura United vs Persib, Bobotoh Beri Pujian

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved