Dedi Mulyadi Usul Warga yang Buang Sampah ke Sungai Dicabut Subsidinya, Biar Ada Efek Jera

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah pusat memberikan efek jera pada warga yang membuang

Dedi Mulyadi Usul Warga yang Buang Sampah ke Sungai Dicabut Subsidinya, Biar Ada Efek Jera
istimewa
Dedi Mulyadi turun ke sungai yang dipenuhi sampah dan limbah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah pusat memberikan efek jera pada warga yang membuang limbah ke sungai.

Menurut Dedi, tak hanya menindak industri nakal, pemerintah juga harus mencabut subsidi warga yang masih menunjukan perilaku tak bertanggung jawab dengan membuang sampah ke sungai.

“Pencabutan subsidi oleh pemerintah bisa menjadi efek jera bagi warga yang masih tidak memiliki kepedulian dengan membuang sampah atau limbah ke sungai,” kata Dedi Mulyadi saat dihubungi, Minggu (6/10/19).

Anggota DPR RI dari Partai Golkar ini mengatakan usulan ini muncul seusai pihaknya menelusuri alur Sungai Cilamaya yang terbentang dari Subang, Purwakarta, hingga Karawang akhir pekan ini.

Kondisi sungai Cilamaya, menurut dia, sungguh kompleks mengingat sumber pencemaran terjadi di hulu dan hilir. Pada bagian hulunya adalah sampah domestik dan bagian hilirnya dirusak limbah industri.

Caleg yang Didepak Mulan Jameela Bakal Laporkan Hakim PN Jaksel ke Komisi Yudisial

Untuk menyelesaikan problem sampah, pemerintah harus membuat regulasi dengan memberikan sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Salah satunya adalah mencabut subsidi pendidikan.

“Kalau bagi industri yang membuang limbah ke sungai, juga diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha kalau teguran tak digubris,” ujarnya.

Menurutnya saat ini kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan masih rendah. Sementara, perhatian negara terhadap masyarakat sudah begitu tinggi.

“Salah satunya dengan memberikan subsidi pendidikan gratis dari SD hingga SMP. Karena dalam pandangan saya, selama ini kan perhatian negara, sejak reformasi, terhadap masyarakat tinggi, cuma belum diimbangi oleh kesadaran publik tanggung jawab terhadap negara," kata Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Dulu zaman Presiden Soeharto, lanjut Dedi, warga banyak disuruh oleh pemerintah, mulai dari kerja bakti hingga gotong-royong membersihkan sampah, tetapi subsidinya kurang mendapat perhatian.

Rumah Singgah Rengganis Bikin Kamarang, Tiap Hari Ada 100 Paket Nasi Gratis, Dibagi Pas Makan Siang

“Namun, sekarang sebaliknya. Saat ini rakyat banyak disubsidi tapi lupa kewajiban. Harus segera dibenahi ke depannya," tegasnya.

Selain masalah sampah dan limbah industri, sungai-sungai di Indonesia juga memiliki problem penyerobotan tanah di sempadan sungai, baik untuk kepentingan personal maupun komersial. Bahkan, kata Dedi, sebagian tanah yang diserobot itu sudah memiliki sertifikat.

Untuk menertibkan bangunan yang mengepung sungai, Dedi mengusulkan agar pemerintah pusat maupun provinsi dalam hal ini badan pengelolaan sumber daya air (PSDA) bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri. “Aturan harus ditegakan,” ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved