Babak Baru Kredit Macet Rp 1,8 Triliun Bank Mandiri, Kasasi Ditolak, Pengacara: Tak Bisa Ajukan PK

Babak baru kredit macet Rp 1,8 triliun Bank Mandiri, Kasasi ditolak MA, Pengacara: Jaksa tidak bisa ajukan PK.

Babak Baru Kredit Macet Rp 1,8 Triliun Bank Mandiri, Kasasi Ditolak, Pengacara: Tak Bisa Ajukan PK
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Tiga karyawan Bank Mandiri terdakwa kasus korupsi yang merugikan nagara Rp 1,8 triliun divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bandung dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit dari Bank Mandiri cabang Bandung ke bos PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Rony Tedy dan anak buahnya, Juventius.

Seperti diketahui, pemberian kredit pada ‎TAB melibatkan sejumlah karyawan Bank Mandiri, seperti Surya Beruna selaku Commercial Banking Manager, Teguh Kartika Wibowo selalu Senior Credit Risk Manager, Frans Eduard Zandstra selaku Senior Relation Manager, dan Poerwitono Poedji Wahono selaku Wholesale Credit Head.

Putusan M‎A itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bandung yang membebaskan ke enam orang itu dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa.

Di pengadilan tingkat pertama, jaksa mendakwa mereka telah merugikan negara Rp 1,8 triliun.

Namun, tuntutan itu tidak terbukti. Pun demikian di tingkat putusan Mahkamah Agung.

Putusan itu diketok pada 1 Oktober oleh lima hakim Mahkamah Agung.

Yakni Suhadi, Andi Samsan Ngantr, Krisna Harahap, Abdul Latief, dan Leopold Luhut Hutagalung.

Krisna dan Leopold menyatakan disenting opinion terhadap putusan menolak kasasi jaksa itu.

Sementara itu, satu orang lagi dari Bank Mandiri, Totok Suharto, sidang kasasi baru digelar pekan depan.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved