Kebakaran Kaki Gunung Malabar Hanguskan 13 Hektar Lahan, Tim Kesulitan Masih Belum Padam

Salah satunya kebakaran lahan yang terjadi di kaki Gunung Malabar Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang terus merembet hingga me

Kebakaran Kaki Gunung Malabar Hanguskan 13 Hektar Lahan, Tim Kesulitan Masih Belum Padam
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Kebakaran kaki gunung Malabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, ARJASARI - Kebakaran lahan di Kabupaten Bandung terus terjadi sepanjang musim kemarau ini.

Salah satunya kebakaran lahan yang terjadi di kaki Gunung Malabar Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang terus merembet hingga menghabiskan belasan hektar lahan, Sabtu (5/10/2019).

Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Rahmat Dasep, menuturkan bahwa kebakaran kaki Gunung Malabar ini sudah terjadi pada Jumat (4/10/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Ahli Belum Diturunkan Selidiki Temuan di Alun-alun Kejaksan, DPRD Cirebon: Jangan Sampai menyesal

Hingga saat ini berbagai pihak di antaranya masyarakat, Polisi, TNI, BPBD, komunitas pecinta alam, termasuk perhutani masih berupaya memadamkan api.

"Jadi lokasinya di Desa Mekarjaya di kaki Gunung Malabar, terdapat anak gunung namanya Gunung Sangar, sekarang yang sudah terbakar ada daerah Citiis, Kubang, Lebakgede dan Pasirkuda," kata Kapolsek melalui telepon seluler tadi siang.

Menurutnya, luas area lahan yang terbakar sudah mencapai 10 hektar.

Tim gabungan hari ini berjibaku memadamkan api di lahan seluas 3 hektar secara manual karena akses menuju titik api sangat sulit dijangkau oleh kendaraan.

"Upaya dengan Damkar tidak bisa, motor saja tidak bisa masuk, kami jalan kaki mengikuti jalan setapak. Susah padam tidak mungkin hari ini beres, kondisi lokasi sangat curam. Kemungkinan kalau sudah masuk ke hutan Citiis harus pakai helikopter," katanya.

Dibalut Baju Merah Bibir Merah, Nella Kharisma Terlihat Beda, Ada yang Bilang: Menor Amat Sih Cantik

Menurutnya, jarak antara Desa Mekarjaya ke titik api mencapai 7 kilometer.

Namun karena kondisi akses jalan yang sulit dilalui kendaraan, tim gabungan terpaksa jalan kaki untuk menjangkau titik api dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

"Kami lakukan pemadaman manual menggunakan peralatan seadanya, bambu dan lain-lain. Namun sulit karena api terus merembet, angin di atas itu sangat kencang, padam tertiup angin nyala lagi," katanya.

Sementara tim gabungan yang terlibat, di antaranya anggota Bhabinsa setempat, anggota polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Perhutani, LMDH, PGPI, dan relawan pecinta alam.

Main Film Bebas, Widi Mulia Eks AB Three Kenang Gengnya Saat SMA

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved