Terdakwa Pemerkosa Ditangkap Lagi Setelah Satu Menit Keluar, Pengacara Kesal

Polisi menangkap kembali J (24), terdakwa dalam kasus pemerkosaan terhadap pelajar berinisial I (15) di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon,

Terdakwa Pemerkosa Ditangkap Lagi Setelah Satu Menit Keluar, Pengacara Kesal
TRIBUN JABAR/DICKY FADIAR DJUHUD
ILUSTRASI penangkapan, tersangka diborgol 

TRIBUNJABAR.ID, ACEH UTARA - Polisi menangkap kembali J (24), terdakwa dalam kasus pemerkosaan terhadap pelajar berinisial I (15) di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (4/10/2019).

Padahal, hari itu, J bisa bernafas lega, karena Pengadilan Negeri Lhoksukon mengabulkan eksepsinya melalui pengacara Herliana.

Warga Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, itu bebas, karena hakim menilai tidak berwenang menyidangkan kasus itu.

Pasalnya, kasus itu seharusnya disidangkan di Mahkamah Syariah Aceh Utara dengan merujuk qanun (peraturan daerah) bukan UU Perlindungan Anak seperti yang disangkakan jaksa penuntut umum.

“Begitu keluar dari pintu sel, sekitar semenit, langsung ditangkap lagi oleh polisi. Ini atas dasar apa coba ditangkap lagi. Bahwa J itu sudah dinyatakan bebas oleh pengadilan, soal kesalahan menggunakan pasal, ya itu risiko jaksa. Jangan korbankan hak-hak klien saya,” sebut Herliana, pengacara terdakwa J via sambungan telepon.

Nahas, Bocah 12 Tahun Diperkosa 30 Pria Selama 2 Tahun, Teman Ayahnya Ikut Merasakan, Hingga Dijual

Dia meminta tersangka dibebaskan sesuai perintah Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara. Soal kasusnya akan disidik lagi, kata Herlina, itu hak penyidik dan jaksa. Yang penting, ia meminta kliennya dibebaskan dulu.

"Kalau khawatir klien saya kabur, masak iya, kasus sebegitunya penyidik susah menangkapnya. Itu ada intelijen dan lain sebagainya, semua bisa digunakan buat menangkap lagi, kalau klien saya kabur. Ini hormati hak klien saya yang harus bebas dulu,” terangnya.

Dia menyebutkan sudah berkomunikasi dengan jaksa, namun kliennya tetap ditahan.

Dakwaan pemerkosaan yang dituduhkan itu, sambung Herliana, sesuai perintah pengadilan sudah batal demi hukum.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Yudi Permana, dihubungi terpisah tidak mengangkat panggilan telepon.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved