Satpol Kota Bandung Segel 8 Billboard yang Tak Berizin dan Tak Bayar Pajak dalam Sepekan Ini

Selama sepekan terakhir Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Bandung menertibkan reklame yang melanggar aturan, mulai tak berizin hingga . . .

Satpol Kota Bandung Segel 8 Billboard yang Tak Berizin dan Tak Bayar Pajak dalam Sepekan Ini
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Ilustrasi: Satpol PP Kota Bandung membongkar billboard di Pasteur, Kamis (24/4/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama sepekan terakhir Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Bandung menertibkan reklame yang melanggar aturan, mulai tak berizin hingga menunggak pajak.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian melalui Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Taspen Efendi mengatakan, delapan reklame raksasa terpaksa disegel karena melanggar aturan.

"Jumat dini hari (4/10) reklame yang disegel di Jalan Inhoftank, bypass Soekarno Hatta, Cihampelas dan Terusan Jalan Jakarta," ujar Taspen di kantornya Jalan Terusan Martanegara, Jumat (4/10/2019).

VIDEO Satpol PP Indramayu Bongkar Lagi Bangunan Liar, Sempat Terhenti Karena Ricuh

Satpol PP Segel CV Solvi Indonesia di Kabupaten Purwakarta, Usaha Garmen Tak Sesuai Izin

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Jalan Cimanuk Timur Indramayu, Ibu-ibu dan Anak-anak Menangis

Menurut Taspen, alasan penyegelan dan pembongkaran itu karena rareklame reklame itu tak berijin dan sebagian pemilik belum membayar pajak sejak tahun 2016.

Taspen menjelaskan, tiang pancang di Jalan Cihampelas dan Terusan Jalan Jakarta dibongkar karena tak ada izin.

Sedangkan Jalan Martadinata tak ada izin tapi pembongkaran ditunda karena crane (alat berat) rusak, sementara untuk menyewa dibutuhkan dana Rp 5,5 juta sekali sewa.

Menurut Taspen, setiap penertiban selalu kerjasama dengan DPMPTSP ( Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan melibatkan TNI
Polri dan tenaga ahli.

Taspen mengatakan, penertiban reklame akan terus dilakukan karena cukup banyak yang tak berizin dan tak bayar pajak, namun Taspen tak memiliki data jumlah reklame tak berizin.

"Penertiban selalu dilakukan malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu pemasangan reklame ilegal juga dilakukan malam hari, tiba-tiba sudah terpasang," ujarnya.

Ada juga reklame berizin dan bayar pajak tapi salah pasang tidak sesuai izin.

"Contohnya izin dan bayar pajak di Jalan A agar murah tarif-nya tapi dipasang di jalan B, itu pelanggaran juga harus dibongkar," ujar Taspen. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved