Masukkan Tangan ke Lubang Dekat Sungai, Yusuf Kaget, di Dalamnya Ada Ular Kobra, Langsung Bereaksi

Warga Desa Walatung, Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan itu tewas dipatuk ular kobra.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Istimewa via YouTube Mancing Fishing dan Wikimedia
Ular kobra mematuk Yusuf yang sedang mencari ikan. 

TRIBUNJABAR.ID - Nasib memilukan dialami oleh Yusuf.

Warga Desa Walatung, Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan itu tewas dipatuk ular kobra.

Awalnya, Yusuf hendak mencari ikan.

Menurut laman Kompas.com, pemuda berusia 20 tahun tersebut mulanya berniat mencari ikan di area pesawahan.

Area pesawahan tersebut tak jauh dari rumahnya.

Pada Minggu (29/9/2019) pagi, Yusuf mencari ikan itu seorang diri.

Junaidi, kakak kandung korban, mengatakan, kebetulan sungai dekat pesawahan tempat Yusuf mencari ikan airnya sedang surut.

"Dia kemudian mencari di lubang-lubang tempat ikan biasa bersembunyi," ujar Junaidi saat dihubungi, Senin (30/9/2019), dikutip TribunJabar.id, Jumat (4/10/2019).

Kemudian, Yusuf menemukan lubang tempat biasa ikan bersembunyi.

Ia pun memasukkan tangannya ke dalam lubang itu dengan maksud menangkap ikan.

Namun, nahas, lubang tersebut ternyata ditempati oleh ular kobra.

Heboh Ular Piton 5 Meter Ngamuk Lawan Petugas Damkar, Muncul dari Selokan, Pegawai Pegadaian Nangis

Sontak saja, saat Yusuf memasukkan tangannya, ular kobra itu langsung mematuknya.

Ular kobra itu menggigit jari tengah dan lengan kanan Yusuf.

"Yusuf sempat tarik-menarik sebelum gigitannya lepas," ujar Junaidi.

Setelah dipatuk ular kobra, ia kemudian berlari menuju rumahnya.

Yusuf menceritakan kejadian yang dialaminya.

Pihak keluarga yang panik pun langsung memberikan pertolongan pertama.

Awalnya, Yusuf diobati dengan pengobatan tradisional.

Namun, kondisi Yusuf justru makin memburuk.

Ular kobra
Ular kobra (WIKIMEDIA)

Ia tumbang, kondisi tubuhnya sudah membiru.

Yusuf kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Tapi terlambat, Yusuf dinyatakan meninggal dunia oleh dokter," ujar Junaidi.

Rupanya, tak hanya Yusuf saja yang pernah jadi korban dipatuk ular kobra.

Di desanya, sudah ada dua warga tewas dipatuk ular kobra.

Nahasnya, warga yang tewas dipatuk ular korba itu tengah memanen padi di pesawahan.

Gejala Terkena Gigitan Ular Berbisa

Terkena gigitan ular berbisa sangat berbahaya.

Racun pada ular bahkan bisa menyebabkan kematian.

Apalagi, bagi Anda yang kerap melakukan pekerjaan di tempat rawan munculnya ular.

Ancaman gigitan ular pun semakin tinggi, seperti di lokasi tambang, sawah, dan hutan.

Lokasi rawan itu pun akan menyulitkan untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis.
Terlebih jika di sana tak ada satu orang pun yang bisa menolong.

Melansir dari Kompas.com, saat terkena gigitan ular dan sedang sendirian, sebaiknya tak boleh melakukan pergerakan.

Hal ini disampaikan pakar gigitan ular dan toksikologi Tri Maharani.

Nahas, Pria di Bandung yang Kerap Jual Ular Kobra Ini Tewas Dililit Ular Piton, Begini Kronologinya

Jika berlari, bisa ular justru akan menyebar ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, lebih baik posisi tubuh langsung dibaringkan.

Saat tubuh berbaring, bisa ular akan tetap berada di sekitar bagian tubuh yang digigit (lokal).

Artinya, bisa ular itu tak akan menyebar secara sistemik.

Posisi ini justru akan memembuat metabolisme tubuh mengeluarkan sendiri racun dari tubuh.

Tri Maharani pun mengutip penjelasan dari buku panduan WHO.

Saat racun masih ada pada fase lokal, dalam dua sampai tiga hari racunnya sudah keluar.

"Kalau ada di fase lokal, (bisa) keluar dengan sendirinya. Minimal observasi 24-48 jam. Jadi, kalau tergigit dan hanya sendiri, nggak bisa kemana-mana, dalam 2-3 hari sudah keluar (racunnya),” kata Tri Maharani.

Nah, agar memastikan racunnya sudah keluar, perlu diperhatikan pula gejala yang ditimbulkan.

Ada perbedaan gejala dari setiap jenis racun dari bisa ular.

Pertama, gigitan ular king kobra, ular laut, dan ular weling menghasilkan racun neurotoksin.

Gejala yang timbul adalah rasa kantuk.

Ular Kobra.
Ular Kobra. (shanghaiist.com)

Mata akan sulit dibuka karena otot kelopak mata lumpuh, pita suara pun ikut lumpuh, dan sesak nafas.

Kedua, ular tanah, ular hijau berekor merah, dan ular picung menghasilkan racun hemotoksin.

Gejalanya berupa pendarahan. Mulai dari mimisan, air mata darah, kencing darah, hingga kotoran darah.

Ketiga, ada pula racun sitotoksin yang gejalanya berupa pembengkakan di bagian tubuh yang terkena gigitan.

Mengutip dari Info Hewan, contoh ular mengandung racun sitotoksin ini adalah kobra India.

Keempat, gejala dari racun miotoksin yakni rasa nyeri para otot.

Anak Kecil Digigit Ular Kobra Sebesar Jari Telunjuk, Awalnya Masih Bermain, 5 Jam Kemudian Meninggal

Mengutip dari Info Hewan, contoh ular beracun miotoksin adalah ‘bothrops moojeni’ atau dikenal Brazilian lancehead snake.

Nah, jika semua gejala itu berhenti, maka kondisi tubuh sudah mulai membaik.

“Kalau semua gejala itu tidak ada, berarti kondisinya sudah mengalami perbaikan. Kalau di rumah sakit sudah lebih enak, tapi kalau terpaksa sendirian di tengah hutan nggak bisa kemana-mana," kata Tri Maharani.

Namun, perlu diingat penangangan diri sendiri ini bisa dilakukan saat racun masih beredar di daerah lokal gigitan ya.

Jika, racun itu sudah menyebar secara sistemrik ke seluruh tubuh, hanya serum anti bisa ular yang bisa menolongnya.

“Kita kan banyak yang kerja di hutan, tambang, dan sawah. Jadi, korban gigitan ular nggak perlu mencari pertolongan, tapi dia yang dicari sama penolongnya,” ujar Tri Maharani.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved