DLH KBB Pastikan Sumur Warga di Padalarang Tak Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Kerap Berwarna Hitam

Dinas Lingkungan Hidup pastikan sumur warga di Padalarang tak tercemar limbah. Warga keluhkan kerap berwarna hitam.

DLH KBB Pastikan Sumur Warga di Padalarang Tak Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Kerap Berwarna Hitam
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi air sumur di Kampung Sudimampir, RT 1/1, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan sumur warga di Kampung Sudimampir, RT 1/1, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang tidak tercemar limbah pabrik.

Sebelumnya, sumur di kampung tersebut diduga tercemar limbah dan warga pun melaporkan terkait pencemaran tersebut ke DLH KBB karena air dalam sumur itu kerap berwarna hitam.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH KBB, Aam Wiriawan, mengatakan, tidak tercemarnya sumur tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan uji laboratorium dengan mengambil sampel air dari tiga sumur.

"Jadi, laporan warga terkait pencemaran sumur itu tidak terbukti karena hasil uji laboratorium hasilnya masih di bawah baku mutu," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (4/10/2019).

Terkait hal tersebut, pihaknya juga telah menunjukkan hasil uji laboratorium tersebut ke pihak warga yang melaporkan adanya pencemaran limbah pabrik pada sumur mereka.

"Iya, sudah kami sampaikan dan warga juga sudah menerima dan tidak ada masalah karena kalau adanya pencemaran harus ada gangguan kesehatan," katanya.

Sebelumnya, warga Kampung Sudimampir, Mamen (53) mengatakan, sumur bor yang dibangun swadaya oleh masyarakat pada 2018 lalu itu memiliki kualitas air yang relatif bagus dan bisa dikonsumsi untuk minum.

"Namun, sejak Maret 2019, terdapat butiran-butiran kuning di dalam air dan menggumpal dan sering mengendap di paralon jadi harus dibersihkan," katanya.

Ia mengatakan, sumur bor swadaya tersebut digunakan kurang lebih oleh 30 warga di RT tersebut.

Namun saat ini jumlah penggunanya berkurang karena ada gumpalan di dalam air tersebut.

"Jadi seringkali menghambat jalannya air, memang kampung ini bersebelahan dengan sebuah pabrik," ucapnya.

15 Bangunan Tempat Budidaya Jamur di Cisarua Bandung Barat Hangus Terbakar

Kabupaten Bandung Barat Buka 350 Formasi CPNS, Ini yang Dibutuhkan, Seleksinya Oktober

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved