7 Orang Jadi Tersangka Terkait WAG Pelajar STM, 5 Masih Anak di Bawah Umur

Kebanyakan dari mereka yang ditangkap terkait WAG pelajar STM tersebut adalah anak di bawah umur sehingga penyidik menerapkan diversi atas mereka.

7 Orang Jadi Tersangka Terkait WAG Pelajar STM, 5 Masih Anak di Bawah Umur
ISTIMEWA
Tangkapan layar WAG pelajar STM dalam unjuk rasa di Jakarta 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Tujuh orang yang ditangkap polisi terkait WhatsApp Group atau WAG pelajar STM yang viral, beberapa waktu lalu. Mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Kebanyakan dari mereka yang ditangkap terkait WAG pelajar STM tersebut adalah anak di bawah umur sehingga penyidik menerapkan diversi atas mereka.

"Saya tegaskan, tujuh orang yang diperiksa dan mereka berstatus tersangka," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Sslatan, Kamis (3/10/2019).

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara yang melibatkan anak di bawah umur dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Asep mengatakan langkah penegakan hukum tersebut membuktikan bahwa tidak ada keterlibatan polisi dalam WAG pelajar STM tersebut.

Panpel Madura United vs Persib Bandung Hanya Sediakan 500 Tiket untuk Bobotoh, Bisa Beli Online

VIDEO Digigit Ular Piton Ganas Saat Siaran TV, Presenter Terkenal Ini Menjerit Kesakitan, Berdarah

"Sekali lagi, kami sampaikan bahwa dugaan ada keterlibatan kepolisian di dalam WAG, dengan penangkapan‑penangkapan ini jelas tidak ada," kata Asep.

Tujuh orang yang ditangkap dalam dalam WAG pelajar STM ini adalah RO, MPS, WR, DH, MAM, KS dan DI.

Dari tujuh tersangka itu, hanya MAM dan DI yang tidak di bawah umur. MAM berusia 29 tahun dan DI berusia 32 tahun.

Keberadaan WAG ini terungkap dari tangkapan layar yang viral di media sosial.

Tangkapan layar itu berisi percakapan demonstran pelajar, beberapa waktu lalu. Nama WAG itu beragam, misalnya "G30S STM ALLBASE", "STM SEJABODETABEK", dan beberapa nama grup percakapan lain.

Dalam percakapan itu, para anggota grup banyak mengeluhkan tentang kondisi pasca‑aksi demonstrasi yang ternyata tidak diberi uang sebagaimana dijanjikan koordinator. (kompas.com)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved