Ruang SDN Gudangkahuripan III KBB Ambrol, Siswa Kelas 5 dan Kelas 3 Duduk Berdempetan Satu Kelas

Puluhan siswa kelas 5 SDN Gudangkahuripan III, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus belajar satu ruangan denga

Ruang SDN Gudangkahuripan III KBB Ambrol, Siswa Kelas 5 dan Kelas 3 Duduk Berdempetan Satu Kelas
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Siswa kelas 3 dan 5 SDN Gudangkahuripan III saat belajar dalam satu ruangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Puluhan siswa kelas 5 SDN Gudangkahuripan III, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus belajar satu ruangan dengan siswa kelas 3.

Hal tersebut dikarenakan atap bangunan kelas 5 ambrol. Kerangka bangunan yang terbuat dari kayu itu sudah mulai lapuk akibat belum direnovasi sejak tahun 1965.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (3/10/2019), para siswa kelas 3 dan kelas 5 yang digabung dalam satu kelas itu harus duduk berhimpitan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar karena ruangan yang sempit.

VIDEO-Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Pelajar di Cirebon Membatik di Kawasan Batik Trusmi

Total jumlah siswa kedua kelas itu adalah 23 siswa.

Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala SDN Gudangkahuripan III, Dindin Tajudin mengatakan, sebetulnya sejak Senin, ada dua ruang kelas yang dikosongkan, yakni ruang kelas 5 dan kelas 6.

Kedua kelas sengaja tidak digunakan karena kondisinya membahayakan.

"Jadi untuk siswa kelas 6 kegiatan belajarnya dipindahkan ke ruang guru di lantai dua. Untuk kelas 5 dan kelas 3 digabung," ujarnya saat ditemui SDN Gudangkahuripan III, Kamis (3/10/2019).

Pihaknya terpaksa menggabungkan kegiatan belajar siswa dalam satu ruangan.

Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan ruang guru sebagai ruang kelas alternatif untuk kelas 6 karena pihak sekolah tidak ingin aktivitas belajar siswa terbengkalai.

Sumur Tua di Batujajar yang Airnya Tak Pernah Habis, Terancam Hilang

Ia mengatakan, orangtua siswa juga sudah mengetahui ada penggabungan kegiatan belajar mengajar dalam satu ruangan, tetapi tidak ada yang komplain.

"Pihak orang tua mendukung dan tidak ada komplain, karena yang penting KBM terus berjalan, dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus terkejar, tidak boleh terlewatkan," katanya.

Namun pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan aktivitas belajar siswa disatukan dalam satu ruangan, karena saat ini pihaknya masih menunggu bantuan renovasi dari pihak pemerintah.

Mulan Jameela Dapat Surat Panggilan Sidang, Tolak Tanda Tangan dan Hadir di Pengadilan, Masalah Apa?

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved