Dirut PT Inti Jadi Tersangka, Direksi Ikuti Proses Hukum KPK

Direksi PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) menghormati langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dirut PT Inti Jadi Tersangka, Direksi Ikuti Proses Hukum KPK
dok.tribun
Kantor pusat perusahaan PT INTI di Jalan Mohamad Toha, Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Direksi PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) menghormati langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Dirut PT Inti, Darman Mappangara sebagai tersangka kasus suap pengadaan baggage handling system.

"Kami percaya KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangan sepenuhnya dalam rangka penegakan hukum," kata Pjs Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Inti, Gede Pandit Andika Wicaksono dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun pada Kamis (3/10/2019).

Kasus ini bermula saat KPK mengklaim telah menangkap tangan pihak swasta bernama Taswin Nur, memberi suap berupa uang senilai 97.600 Dollar Singapura pada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (APP) II, Andra Y Agussalam agar proyek itu bisa digarap oleh PT Inti, BUMN yang berkantor di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung.

Siswa Santai Merokok di Dalam Kelas, Kakinya Naik ke Atas Kursi, Berbuat Nekat padahal Ada Guru

Berdasarkan data sepihak dari KPK, PT ‎APP awalnya akan men-tender proyek senilai Rp 86 miliar itu. Namun, Andra mengarahkan agar PT APP agar menunjuk langsung proyek itu ke PT Inti.

Andra juga mengarahkan adanya negosiasi antara PT. APP dan PT. INTI untuk meningkatkan DP dari 15% menjadi 20% untuk modal awal PT. INTI dikarenakan ada kendala cashflow di PT. INTI.

Atas arahan Andra, kemudian Executive General Manager Divisi Airport Maintenance PT. Angkasa Pura II Marzuki Battung menyusun spesifikasi teknis yang mengarah pada penawaran PT INTI.

Tak hanya itu, Andra juga mengarahkan Direktur PT. Angkasa Pura Propertindo, Wisnu Raharjo untuk mempercepat penandatanganan kontrak antara PT. APP dan PT. INTI. Tujuannya, agar DP segera cair sehingga PT. INTI bisa menggunakannya sebagai modal awa

Darman ditetapkan tersangka setelah pulang ke tanah air pascamenjalani ibadah Umroh. Ia dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Persib Bandung Berkekuatan Penuh, Madura United Bolong Besar di Belakang, Maung Bandung Pecah Telur?

Gede memastikan operasional perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya meski pucuk pimpinannya tersandung kasus hukum.

"Tidak mengganggu operasional perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda strategis yang telah ditetapkan," kata dia

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved