Dedi Mulyadi: Tanpa 'Jabatan' Staf, PNS Jabar Tahu Harus Ngapain, Sudah Jelas Tupoksi & Targetnya

PNS berstatus pelaksana atau staf ini, kata Dedi Mulyadi, pada tahun lalu belum memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas.

Dedi Mulyadi: Tanpa 'Jabatan' Staf, PNS Jabar Tahu Harus Ngapain, Sudah Jelas Tupoksi & Targetnya
Istimewa
Ilustrasi ASN atau PNS. 

TRIBUNJABAR.ID- Kepala Bidang Pengembangan dan Karier pada Dinas Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan sejumlah PNS memang sempat kebingungan dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan pada tahun lalu.

Ini karena saat itu pada PNS masih berstatus sebagai pelaksana atau staf.

"Dulu itu, kan, nama jabatannya ada struktural dan fungsional. Struktural tugasnya jelas, seperti saya Kabid Bangrir. Fungsional seperti dokter jelas kerjanya. Nah, yang pelaksana itu banyak yang belum jelas. Pokoknya pelaksana saja," kata Dedi Mulyadi saat dihubungi, Rabu (2/10/2019).

PNS berstatus pelaksana atau staf ini, kata Dedi Mulyadi, pada tahun lalu belum memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas. Pelaksana hanya menunggu perintah dari atasannya. Hal yang sama tidak berlaku lagi mulai tahun ini.

"Dulu, staf bikin apa, terserah. Disuruh ini-itu, terserah. Sekarang tidak boleh lagi ada judul pelaksana. Tapi harus sudah spesifik dengan jabatan yang sudah ditetapkan di pergub," katanya.

Banyak PNS Jabar Tak Tahu Kerjanya, Ridwan Kamil: Rapor Pemprov Jabar Sudah A

Kepala Diskominfo Jabar Blak-blakan Soal Desa Digital Ponsel Rp 60 Miliar, Belum Pulsa Bulanan

Hal ini berlaku sejak Permen PANRB Nomor 25 Tahun 2017 yang diubah jadi Permen PANRB Nomor 41 Tahun 2018 diberlakukan. Sejak saat itu, tidak ada lagi status pelaksana atau staf saja.

"Sekarang sudah tidak boleh. Sekarang sudah ditetapkan target kerjanya apa. Contoh pengagenda surat, yang dulu hanya disebut pelaksana, diberi target harus selesaikan berapa surat setahun," katanya.

Dengan demikian, katanya, PNS tersebut sudah tahu tugas utamanya setiap hari karena sudah ditetapkan target kerjanya. Tidak lagi menunggu perintah atasannya terus.

"Kan dulu mah dia sendiri enggak tahu berapa surat yang harus diselesaikan, bahkan dia sendiri tak tahu apakah menjadi pengagenda surat atau apa. Jadi saya yakin tahun ini yang 20 persen itu akan turun drastis karena semua sudah jelas," kata Dedi Mulyadi.

Selama ini, katanya, sebagian PNS kebingungan dengan pekerjaannya sendiri bukan berarti tidak mampu mengerjakan tugasnya. Hanya, belum ada kejelasan mengenai tugasnya sendiri saat itu.

Begini Harapan Milenial terhadap Dedi Mulyadi yang Baru Saja Dilantik jadi Anggota DPR RI

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved