PAD Sektor Wisata di Kabupaten Tasikmalaya Terancam Tak Penuhi Target

Kawasan Wisata Cipanas Galunggung untuk sementara waktu ditutup hingga Desember mendatang, karena sedang dilakukan perbaikan sejumlah sarananya.

PAD Sektor Wisata di Kabupaten Tasikmalaya Terancam Tak Penuhi Target
Tribun Jabar/Isep Heri
Wisatan di Kawasan Wisata Galunggung, Sabtu (7/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA -  Kawasan Wisata Cipanas Galunggung untuk sementara waktu ditutup hingga Desember mendatang, karena sedang dilakukan perbaikan sejumlah sarananya.

Penutupan sementara tersebut dipastikan akan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata.

Apalagi kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Safari Agustin, pencapaian dari sektor wisata hingga bulan kemarin baru terserap sekitar 67 persen.

Sejumlah Pencairan Anggaran dari APBD di Kabupaten Tasikmalaya Terhambat, Ternyata Ini Penyebabnya

Tak Ada Hujan, Longsor Terjadi di Salawu Tasikmalaya, Sawah dan Saluran Irigasi Tertimbun

Kejar Untung Malah Buntung, PD Pasar Resik Dibubarkan Pemkot Tasikmalaya

Untuk 2019 ini, Pemkab Tasikmalaya menargetkan PAD dari sektor wisata sebesar Rp 1,5 miliar.

"Kemungkinan tidak tercapai karena adanya perbaikan di Galunggung," kata Safari Agustin, Rabu (2/10/2019).

Akan tetapi, menurutnya PAD justru akan meningkat apabila kawasan wisata Galunggung sudah selesai dibenahi nantinya.

Kawasan wisata unggulan Kabupaten Tasikmalaya itu tengah ditambah beberapa sarana, para pedagang sekitar sedang ditata, dan juga kemasan yang lebih menarik.

"Kami optimis ke depannya bisa meningkatkan PAD sektor wisata," ujarnya.

Terlebih untuk ke depannya, pihaknya saat ini mempersiapkan rencana induk pariwisata.

"Artinya informasi destinasi wisata akan terpusat di sana, jadi lebih mudah mendapatkan informasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya," jelasnya.

Meski demikian, untuk meningkatkan PAD sektor wisata yang berkorelasi terhadap kunjungan perlu didorong sarana penunjang lainnya semisal akses menuju kawasan wisata.

"Memang perlu ada dukungan dari sektor lainnya, misal kalau akses jalan rusak kan percuma," kata dia

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved