Imron Rosyadi Jadi Bupati Cirebon, Pengamat Sebut Wakil Bupatinya Harus Seperti Ini

Imron Rosyadi belum lama ini dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sebagai Bupati Cirebon menggantikan

Imron Rosyadi Jadi Bupati Cirebon, Pengamat Sebut Wakil Bupatinya Harus Seperti Ini
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjabatan tangan dengan Imron Rosyadi seusai dilantik menjadi Bupati Cirebon di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019). Imron Rosyadi dilantik menjadi bupati definitif menggantikan bupati sebelumnya yang menjadi tersangka korupsi, Sunjaya Purwadisastra. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Imron Rosyadi belum lama ini dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sebagai Bupati Cirebon menggantikan Sunjaya Purwadisastra yang ditahan karena tersandung kasus korupsi.

Imron yang semula wakil bupati, posisinya akan digantikan oleh satu dari 13 nama yang diusung oleh DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

Mukarto Siswoyo, pemerhati politik yang juga merupakan Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), menyebutkan,‎ untuk wakil bupati nanti, harus figur yang memiliki kemampuan di bidang pemerintahan daerah.

"‎Orangnya harus memahami betul dengan kebutuhan masyarakat, mengerti pemerintahan. Karena saat ini pemerintah harus mampu mengembalikan kepercayaan," kata Mukarto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Rabu (2/10/2019).

Selain itu, Wakil Bupati Cire‎bon nantinya pun harus memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan bupati, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan baik.

Napi Lapas Tanjung Gusta Medan Dalangi Penyelundupan 16 Kg Narkoba, Ini Penjelasan Arman Depari

Mukarto mengatakan,‎ salah satu pekerjaan rumah yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan pemerintah adalah meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

‎"Kalau ingin meninggatkan peringkat IPM, harus fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, contoh kecil, pengentasan buta huruf atau program pendidikan lainnya yang dibutuhkan di tengah masyarakat," kata Mukarto.

Sepanjang mampu mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak mementingkan satu golongan tertentu, menurut Mukarto hal tersebut adalah keinginan masyarakat sejak lama.

"Tidak masalah dari kalangan mana, baik teknokrat atau politisi. Yang terpenting adalah komitmen untuk menyejahterahkan masyarakat, dan mampu menyelenggarakan good governance dan clean governance," katanya.

Haji Supardi Nasir Sebut Motivasi Skuat Persib Bandung Tetap Tinggi Saat Menjajal Madura United

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved