Persib Bandung
Mengapa Persib Bandung Ubah Target dari Juara ke Lima Besar, Ini Penjelasan Robert Alberts
"Harusnya, Persib Bandung bermain dengan pola modern yang utamakan kerja sama tim. Contohnya tim Thailand," katanya.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts, sudah memiliki rencana lain jika gelar juara Liga 1 2019 sulit didapatkan.
Sejauh ini, Persib masih berada di posisi 10 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan perolehan 24 poin.
Maung Bandung tertinggal 24 poin dari pemuncak klasemen sementara Liga 1 2019, Bali United.
Robert Alberts mengatakan bahwa duduk di posisi lima besar pada akhir musim masih bisa didapatkan.
"Posisi lima besar menurut saya masih dalam jangkauan jika melihat jarak poin yang ada," ujar Robert Alberts setelah memimpin latihan di Stadion Si Gelora Bandung lautan Api (GBLA), Selasa (1/10/2019).
Namun, tembus ke posisi lima besar pun bukan hal yang mudah bagi Persib Bandung.
Perlu kerja keras agar Persib Bandung bisa mencapai target realistis itu karena jarak dengan posisi lima yang dihuni Arema FC cukup jauh, yakni enam poin.
Maka dari itu, disisa musim ini, Robert meminta agar anak asuhnya untum fokus disetiap pertandingan.
Baik kandang maupun tandang, Persib Bandung wajib meraih poin penuh agar terus bisa mengejar target.
"Tapi kami harus melakukan pekerjaan kami yaitu untuk terus mendapatkan poin. Seperti yang kami lakukan di laga terakhir dengan meraih poin tandang dan itu sangat penting," katanya.
Bobotoh Mulai Ragu Target 5 Besar Tercapai
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bobotoh mulai ragu Persib Bandung bisa finis di posisi 5 besar Liga 1 2019.
Keraguan bobotoh itu muncul setelah Persib Bandung hanya sanggup meraih hasil imbang 1-1 melawan tim juru kunci, Semen Padang, Rabu (18/9/2019).
Padahal, Persib Bandung menghadapi Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat serta didukung mayoritas bobotoh.
"Bila Persib terus bermain seperti sekarang, target lima besar hanya mimpi, 10 besar pun belum tentu," ujar seorang bobotoh via Apa Kata Bobotoh di Koran Tribun Jabar, Jumat (20/9/2019).
Dia pun mengkritik cara bermain Persib Bandung yang dianggap monoton dan mudah terbaca lawan.
"(Cara bermain) Persib seperti klub Inggris tempo dulu. Bola langsung dioper jauh ke gawang lawan," ucapnya.

• Persib Bandung Belum Benar-benar Berubah di Paruh Kedua Liga 1 2019, Penyakit Lama Kambuh
• Laga Persipura Jayapura vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Tak ke Stadion
Menurutnya, pasukan Robert Alberts patut mencontoh Thailand yang menjelma jadi timnas terbaik di Asia Tenggara dan bersaing di level Asia secara umum.
"Harusnya, Persib Bandung bermain dengan pola modern yang utamakan kerja sama tim. Contohnya tim Thailand," katanya.
Bobotoh lain juga mempertanyakan strategi Robert Alberts dan performa Supardi cs.
"Abah Robert kumaha ieu teh? Maenya Persib lawan buncit alias peringkat 18 teu bisa menang, malahan kabobolan tiheula untung teu eleh oge," katanya di Apa Kata Bobotoh di Koran Tribun Jabar.
Hasil ini membuatnya ragu pada kemampuan Pangeran Biru jika melawan tim-tim papan atas.

• Jelang Lawan Persipura, Persib Bandung Kembali Latihan, Ezechiel Hadir Tapi Nick Kuipers Absen
• Umuh Muchtar Kasihan dengan Nasib Fabiano Beltrame, Pelatih Persib Jamin Fabiano Musim Depan
"Kumaha ke lamun lawan peringkat 5 besar. Bisa-bisa jadi bulan-bulanan," ujarnya.
Ia pun berharap Robert Alberts dan pasukannya mampu segera membuat perubahan.
"Sok atuh bikin strategi yang jitu supaya Persib asup 5 besar," katanya.
Setelah hasil imbang lawan Semen Padang, Persib Bandung semakin jauh dari 5 besar Liga 1 2019.
PSS Sleman yang ada di posisi 5 klasemen sementara Liga 1 2019 sudah mengemas poin 27.