Lewat Jalan Diponegoro, Silvi Rasakan Mata dan Hidungnya Pedih, Takuk Gas Air Mata Nempel di Helm

Lewat Jalan Diponegoro, Silvi rasakan mata dan hidungnya pedih. Takut gas air mata menempel di helm.

Lewat Jalan Diponegoro, Silvi Rasakan Mata dan Hidungnya Pedih, Takuk Gas Air Mata Nempel di Helm
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Suasana di depan DPRD Jabar, Selasa (1/10/2019) siang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gas air mata yang ditembakkan pada aksi unjuk rasa ribuan pelajar dan mahasiswa di sekitar Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Senin (30/9/2019), tampaknya masih berbekas sampai keesokan harinya.

Warga yang ada dan melintasi Jalan Diponegoro, Jalan Trunojoyo, dan sekitar Gasibu pun masih merasakan dampak gas air mata tersebut.

Pada siang hari ini contohnya, hampir semua pengendara motor yang berhenti di pertigaan depan Gedung DPRD Jabar langsung menutup kaca helmnya atau menutup hidungnya untuk mengurangi cemaran gas air mata yang membuat hidung nyeri dan sesak.

Warga yang berjalan kaki di trotoar sekitarnya pun tidak sedikit yang matanya berair.

Bersin dan batuk sering terdengar di ujung Jalan Diponegoro dan Jalan Trunojoyo.

Banyak pedagang kaki lima dan warga setempat yang mengenakan masker, sedangkan warga yang mendatangi kafe dan restoran di sekitar Jalan Trunojoyo pun tampak menutup hidungnya dengan tangan atau tisu.

"Iya, kenapa ya. Padahal udah enggak ada asapnya. Apa pada menempel di pohon. Kalau ada angin soalnya langsung perih ke mata kerasa banget," kata Teresa (30), warga Jalan Tubagus Ismail yang baru menjemput anaknya pulang sekolah saat ditemui di Jalan Trunojoyo, Selasa (1/10/2019).

Teresa mengatakan baru kali ini merasakan pedih di matanya dan sedikit sesak saat melewati jalan tersebut. Teresa mengatakan khawatir bekas gas air mata ini memengaruhi anak-anak.

"Awalnya enggak tahu ini apa. Apa ada yang masak sambal atau apa. Tapi dikasih tahu pedagang buah, katanya gas air mata bekas demo kemarin. Kok ada terus ya," katanya.

Hal serupa dikatakan ASN Pemprov Jabar yang berkantor di Gedung Sate, Silvi Septia. Silvi mengatakan merasakan mata dan hidungnya pedih saat melewati Jalan Surapati, Diponegoro, dan Cimandiri.

"Waktu naik motor pergi kerja, kerasa banget di Jalan Surapati sampai kantor. Pedih mata sama hidung. Saya tutup kaca helmnya sama aja. Apa nempel di helm, ya," kata Silvi.

Warga Cicadas, Enjung Gunawan (43), mengatakan dampak gas air mata tersebut pun terasa di Jalan Banda dan Jalan Cimandiri. 

Ia pun melihat banyak orang yang melewatinya merasa terganggu dengan sisa gas air mata tersebut.

"Demonya kan sejak minggu lalu, tapi baru kali ini bersisa sampai siang gas air matanya. Kemarin-kemarin masih enggak. Mudah-mudahan cepat hilang ini. Perih ini," katanya.

Mau Lewat Depan Gedung Sate? Siap-siap Mata Perih, Efek Sisa Gas Air Mata Semalam

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved