Kamis, 7 Mei 2026

Dianggap Jadi Mata-mata CIA di Iran, Orang Ini Divonis Hukum Mati Oleh Pengadilan Iran

Dianggap telah bekerja sebagai mata-mata badan intelejen Amerika Serikat CIA, seorang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Iran.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
tribunnews
Ilustrasi pengadilan 

TRIBUNJABAR.ID, TEHERAN - Dianggap telah bekerja sebagai mata-mata badan intelejen Amerika Serikat CIA, seorang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Iran.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada tiga orang lain yang didakwa bekerja untuk mata-mata asing. Dia di antaranya disebut bekerja untuk CIA, sementara seorang lainnya menjadi mata-mata Inggris.

Vonis pengadilan pada Selasa (1/10/2019) itu muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Teheran dengan AS, sejak Presiden Donald Trump menarik Washington dari Kesepakatan Nuklir 2015 tahun lalu.

Thailand Juga Berencana Pindahkan Ibu Kota Negara Gara-gara Macet dan Polusi

Belum dapat dipastikan apakah empat orang yang divonis pengadilan tersebut ada kaitannya dengan klaim Iran di bulan Juli yang menangkap 17 mata-mata yang bekerja untuk CIA.

"Satu orang telah dijatuhi hukuman mati karena bertindak sebagai mata-mata untuk dinas intelijen Amerika, namun putusan itu telah dibanding," kata juru bicara pengadilan Iran, Gholamhossein Esmaili, dikutip AFP.

Sementara dua orang yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara telah diidentifikasi sebagai Ali Nefriyeh dan Mohammad Ali Babapour.

Selain hukuman penjara, keduanya juga diperintahkan untuk membayarkan uang 55.000 dollar AS yang telah mereka terima, menurut dokumen putusan pengadilan.

Kejam, Pasangan Ini Mengaku Jenuh dan Meninggalkan 2 Bayi Mereka Bersama Gelandangan

Sedangkan satu orang lain yang dijatuhi vonis 10 tahun penjara karena menjadi mata-mata Inggris diidentifikasi sebagai Mohammad Amin-Nasab.

Sebelumnya diberitakan, pada Juli lalu, Iran mengklaim telah membongkar jaringan CIA dan menjatuhkan hukuman mati bagi para terduga mata-mata tersebut.

Dalam pemberitaan kantor berita Fars, Kementerian Intelijen Iran mengklaim menangkap 17 orang mata-mata yang bekerja untuk badan intelijen AS.

Namun klaim Iran atas penangkapan agen mata-mata AS itu dibantah Trump.

Pemuda 24 Tahun Ini Nikahi Nenek 81 Tahun Demi Hindari Wajib Militer

"Laporan Iran sudah menangkap agen rahasia CIA benar-benar ngawur. Sama sekali tak ada kebenarannya," ujar presiden dari Partai Republik tersebut.

Presiden 73 tahun itu mengatakan bahwa Iran sekali lagi menebarkan kebohongan dan propaganda seperti klaim bahwa mereka sudah menjatuhkan drone pengintai AS. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved