Sewakan Kamar Berkencan Rp 50 Ribu-Rp 120 Ribu, 3 Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Ditangkap Polisi

DW alias Bunda (47) ibu rumah tangga di Desa Karangmulya Padaherang, Pangandaran, ini ternyata punya usaha sampingan yang nyeleneh.

Sewakan Kamar Berkencan Rp 50 Ribu-Rp 120 Ribu, 3 Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Ditangkap Polisi
Tribun Jabar/Andri M Dani
Tiga ibu rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum di Padaherang Pangandaran 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – DW alias Bunda (47)  ibu rumah tangga di Desa Karangmulya Padaherang, Pangandaran, ini ternyata punya usaha sampingan  yang nyeleneh.

Menyediakan kamar untuk berkencan bagi pasangan yang tengah berburu libido cinta.

Sekali kencan, pasangan tersebut cukup bayar Rp 50.000 sampai Rp 120.000.      

Untuk menjalankan bisnis sampingannya tersebut, DW juga merekrut dua pekerja, masing-masing LN (42) asal Sukasari Banjarsari dan HR (42) asal Sukamaju Banjarsari.

Keduanya juga ibu rumah tangga, yang bertugas di bagian administrasi mencatat keluar masuk uang berikut catatan sewa kamar.

Siasat Guru Silat Cabuli Siswi SMP di Surabaya, Beri Boneka Hingga Hubungan Intim Saat Ulang Tahun

Tiga ibu rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum  di Padaherang Pangandaran
Tiga ibu rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum di Padaherang Pangandaran (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Mereka juga bertugas juga mencari atau mengubungi perempuan untuk diajak kencan lelaki hidung belang yang akan berkencan.

Tak hanya menyediakan kamar untuk berkencan,  DW alias Bunda juga menyediakan alat kontrasepsi dan obat kuat.

Ada tiga kamar di rumah DW yang digunakan untuk tempat kencan (bilik cinta).

“Tersangka sudah empat tahun menjalani usaha penyewaan kamar untuk perbuatan cabul tersebut,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso yang didampingi Kasat Reskrim AKP Risqi Akbar dan Kasubag Humas Polres Ciamis Iptu Iis Yeni Adiningsih kepada wartawan di Mapolres Ciamis, Senin (30/9/2019) siang.

Ketiga ibu rumah tangga tersebut, menurut Kapolres AKBP Bismo Teguh Prakoso, dijerat ketentuan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa buku catatan sewa kamar, uang tunai tiga lembar pecahan Rp 10.000 dan dua lembar pecahan Rp 50.000, dua saset kondom, 1 tisu basah super magic serta 1 sachet obat kuat.

Prostitusi Rumahan di Tasik Tak Hanya Libatkan Ibu Rumah Tangga, Diduga Ada Anak di Bawah Umur

Tiga ibu rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum  di Padaherang Pangandaran
Tiga ibu rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum di Padaherang Pangandaran (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Menurut Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Risqi Akbar, praktik penyediaan kamar berkencan di Padaherang Pangandaran tersebut sudah berlangsung empat tahun.

Keberadaan “bilik cinta” tersebut sohor dari mulut ke mulut.

Penggunanya datang sudah dengan pasangannya atau minta dicarikan pasangan untuk berkencan.

Sekali “ngamar” dipungut uang sewa  antara Rp 50,000 sampai Rp 120.000.  Tersangka kadang juga mendapat bonus dari penyewa kamar.

“Bila lagi ramai, bisa sepuluh pasangan yang sewa tempat per hari,” ujar AKP Risqi Akbar.

Prostitusi Rumahan di Tasik, Jual Jasa Esek-esek Rp 500 Ribu Tawarkan Janda dan Ibu Rumah Tangga

Penulis: Andri M Dani
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved