81 Kader Pengawas Partisipatif Lulus Sekolah, Siap jadi Mata dan Telinga Bawaslu di Pilkada 2020

Sebanyak 82 kader pengawas partisipatif dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, siap terjun ke daerah masing-masing setelah dinyatakan lulus

81 Kader Pengawas Partisipatif Lulus Sekolah, Siap jadi Mata dan Telinga Bawaslu di Pilkada 2020
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Sebanyak 82 kader pengawas partisipatif dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, siap terjun ke daerah masing-masing setelah dinyatakan lulus sekolah selama seminggu yang diadakan Bawaslu Jabar di wisma haji Al Ihsan Ciloto, Minggu (29/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 82 kader pengawas partisipatif dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, siap terjun ke daerah masing-masing setelah dinyatakan lulus sekolah selama seminggu yang diadakan Bawaslu Jabar.

Seorang peserta sekolah kader pengawas partisipatif asal Kabupaten Garut, Sindi Adytaningsih (20), mengatakan, selesai lulus sekolah ia dituntut untuk mengimplementasikan hasilnya di dawrah.

Malang Betul, Bayi Tewas Ditenggelamkan Ibunya Sendiri ke Dalam Bak Mandi di Cianjur

Mayat Bayi Ditemukan di Bak Mandi di Cianjur, Polisi Duga Bayi Itu Korban Pembunuhan

"Kami harus terjun mengadakan sosialisasi pengawasan pemilu maupun pilkada, meski Garut tak menggelar pilkada saat ini namun kami diminta aktif ke daerah terdekat untuk ikut membantu," ujar Sindi, di wisma haji Al Ihsan Ciloto, Minggu (29/9/2019).

Komisioner Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jabar, Lolly Suhenty, mengatakan sebanyak 81 kader tersebut diambil dari masyarakat umum yang sudah sesuai kriteria Bawaslu, dari 27 kabupaten/kota diambil perwakilannya sebanyak tiga orang.

"Tujuannya untuk membangun kesadaran pengawasan partisipatif kepada masyarakat luas, sekolah ini menjadi area apakah kader ini bisaelakukan kerja dengan baik setelah selesai sekolah," kata Lolly.

Ia mengatakan, bagi kader yang daerahny tak melakukan pilkada bisa berkontribusi dengan daerah terdekat untuk melakukan pemantauan bersama.

"Nanti kami berharap kader partisipatif yang telah digembleng ini bisa menularkan hasil kader partisipatif kepada semua orang," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya sekolah kader akan semakin banyak mata dan telinga yang ikut mengawasi.

"Dengan banyak yang sudah paham maka kami berharap bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam setiap pelaksanaan pilkada," katanya.

Lolly mengatakan, materi yang diberikan kepada para kader partisipatif adalah pembangunan karakter kader, harus punya jiwa kerelawanan, harus beretika, berjiwa kepimpinan, adil gender, serta pah sejarah pengawasan agar kader semakin melek.

"Baru setelah itu masuk ke materi politik, komunikasi, analisa sosial, dan lainnya," ujarnya.

Peserta juga berkesempatan turun langsung ke lapangan melakukan praktik bersama 13 lembaga yang bekerjasama dengan Bawaslu di Cianjur.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved