893 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Bandung Rusak Akibat Kekeringan

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mencatat terdapat 893 hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

893 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Bandung Rusak Akibat Kekeringan
Tribun Jabar/Isep Heri
Sawah di Kampung Sakaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmaya retak-retak akibat kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Kemarau yang berkepanjangan membuat ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung mengalami kerusakan.

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mencatat terdapat 893 hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

"Untuk yang rusak ringan ada 147 hektare, rusak sedang 249 hektare dan rusak berat akibat kekeringan ada 497 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Tisna Umaran dalam Ngawangkong Bari Ngopi di Kompleks Pemkab Bandung, Jumat (27/9/2019).

"Dengan wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Rancaekek, Baleendah, Solokanjeruk, Ciparay dan Paseh," tambahnya.

Menurutnya, dalam menyelamatkan lahan pertanian dari dampak kekeringan, tim Distan di lapangan terus bergerak. Dengan menyalurkan bantuan alat pompa air untuk mengatasi kekeringan tersebut.

Dampak kemarau panjang akan dirasakan oleh petani yang mempunyai tanaman dalam masa pertumbuhan, mengingat pada masa pertumbuhan ini, tanaman membutuhkan air yang cukup.

Kemarau Tahun Ini Ekstrem, Produksi Kopi di Kabupaten Bandung Turun Hingga 50 Persen

VIRAL Lagi Pesan Atasi Kemarau, Uapkan Air Garam di Ember Serentak Sabtu Ini, Begini Penjelasan BMKG

"Kalau yang menjelang masa panen, biasanya justru tidak membutuhkan air yang banyak," ujarnya.

Tisna melanjutkan, upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan petani dari kerugian akibat berkurangnya produksi, pihaknya terus menyosialisasikan dan mendorong agar petani melakukan percepatan tanam.

"Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kemarau akan berlangsung hingga dua bulan kedepan. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan petani untuk melakukan percepatan tanam," katanya.

"Petani yang baru saja melakukan panen dan masih ada sumber air, kami dorong untuk segera melakukan percepatan tanam. Kami akan beri bantuan peralatan untuk mendukung percepatan tanam," tambahnya.

Jika ada lahan yang kosong dan dilakukan percepatan tanam, diharapkan saat panen akan mendapat harga bagus, sehingga akan menguntungkan secara ekonomi bagi petani. Menurutnya Jawa Barat masih dilanda kekeringan sehingga jumlah area tanam akan berkurang.

"Sementara kebutuhan masyarakat masih tinggi, sehingga harga saat panen nanti juga akan tinggi. Tanaman yang bisa digunakan untuk percepatan tanam adalah semua jenis yang berumur pendek seperti palawija, sosin, bawang daun, kacang panjang, timun dan masih banyak lagi," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved