Sriwijaya Air Kabarnya Akan Berhenti Beroperasi, Punya Tunggakan Rp 43,5 Miliar

Hal tersebut buntut dari perselisihan kerja sama Manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.

Sriwijaya Air Kabarnya Akan Berhenti Beroperasi, Punya Tunggakan Rp 43,5 Miliar
nuraini faiq/surya
Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Juanda 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Maskapai Sriwijaya Air dikabarkan akan menghentikan layanan reservasi tiketnya mulai 27 September 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut buntut dari perselisihan kerja sama Manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.

Berdasarkan salinan email yang didapat Kompas.com dari sumber internal Sriwijaya Air, maskapai tersebut telah memberikan pemberitahuan kepada karyawannya soal potensi pemberhentian operasi maskapai itu.

“Dear team, guna menghindari dampak yang lebih besar terkait diberhentikannya dukungan maintenance dari GMF dan hasil audiensi dengan DKUPPU & DAU dimana terdapat potensi STOP OPERATION, maka agar dilakukan close reservation untuk DOT 27 September-UFN eff per hari ini,” demikian bunyi email yang didapatkan Kompas.com, Kamis (26/9/2019).

Surat elektronik tersebut disebarkan pada Rabu (25/9/2019) kemarin.

Kompas.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto. Namun, Fadjar mengaku belum mengetahui kabar tersebut.

“Saya sedang dinas luar negeri. Saya belum update kondisi terakhir,” kata Fadjar.

GMF sendiri dikabarkan akan menarik lima mesin pesawat CFM yang disewa Sriwijaya Air.

Tak hanya itu, Gapura Angkasa mengancam akan menghentikan layanan ground handling untuk Sriwijaya Air jika maskapai tersebut tak segera membayarkan utangnya.

Dalam surat bernomor GAPURA/DZ/2122/SEP/2019 tertanggal 25 September yang diterima Kompas.com, Sriwijaya Group disebut memiliki tunggakan sebesar Rp 43,5 miliar.

Gapura Angkasa meminta manajemen Sriwijaya Group untuk bisa melunasinya paling lambat 30 September 2019.

Jika tak segera melunasi, Gapura mengancam akan menghentikan layanan ground handling untuk Sriwijaya Group.

Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logonya pada armada Sriwijaya Air.

Hal ini dilakukan menindaklanjuti perkembangan yang terjadi atas dispute kerja sama Manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.

“Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standarisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute KSM tersebut,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Sriwijaya Air Akan Hentikan Operasionalnya?"

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved