Persib Bandung

Mental Pemain Sedang Menanjak, Laga Persib Bandung Malah Ditunda, Ini Kata Robert Alberts

Pasca kemenangan 3-1 dari Persipura Jayapura, kondisi mental pemain Persib sudah mulai bangkit.

Mental Pemain Sedang Menanjak, Laga Persib Bandung Malah Ditunda, Ini Kata Robert Alberts
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts memberikan arahan kepada dua pemainnya Kevin van Kippersluis dan Omid Nazari di sela latihannya di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengaku kecewa, pertandingan Persib melawan Arema FC, ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Padahal, Robert Alberts mengaku sudah menyiapkan skema terbaik untuk membalas kekalahan timnya di kandang Arema pada putaran pertama.

Pasca kemenangan 3-1 dari Persipura Jayapura, kondisi mental pemain Persib sudah mulai bangkit.

Ia pun sangat optimistis timnya dapat meraih kemenangan di kandang saat menjamu Arema.

Namun, semua itu menjadi sia-sia lantaran pertandingan urung digelar.

"Saya pikir sangat disayangkan, tentu saya tidak bisa berkomentar soal regulasi dari kepolisian dalam menjaga isu politik di balik layar," ujar Robert, saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupten Bandung, Kamis (26/9).

"Saya bicara murni dari sudut pandang teknis sepakbola dan setelah pertandingan, kami sudah mulai menanjak dan saya melihat hasrat yang tinggi baik itu dari pemain dan staf untuk menatap laga melawan Arema."

Sebelum pertandingan resmi ditunda, Robert mengaku sudah berbicara dengan manajemen tim dan meminta manajemen serta Bobotohj untuk menjamin keamanan semua pemain Arema FC, staf pelatih dan official saat tiba di Bandung, hingga selesai melakukan pertandingan melawan Persib.

Bahkan, sambung Robert, Bobotoh menyatakan siap untuk mengawal rombongan Arema FC, dari serangan oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia merasa, semua itu akan berjalan baik dan pertandingan pun dapat digelar sesuai jadwal.

"Jadi kami sudah bersiap untuk menjamu Arema dalam kondisi yang normal. Meskipun Arema juga menyebut cemas datang ke Bandung karena hooligans tetapi Persib sudah siap untuk menjamu Arema sebagai tamu," katanya.

Namun, ujar Robert, keputusan dari kepolisian tetap tidak memberikan izin untuk Persib menggelar pertadingan. Kondisi ini pun akan merusak konsentrasi anak asuhnya yang sudah mempersiapkan diri dengan latihan keras selama tiga hari terakhir.

"Ini membingungkan dan mengganggu pemain karena baik secara fisik dan mental kami sudah melakukan persiapan, dan saya tahu mereka juga sudah antusias untuk menatap pertandingan sebab kami ingin menunjukan apa yang terjadi pada kami di Malang dalam laga sebelumnya," ucapnya.

Kini, Robert akan mengalihkan fokus anak asuhnya untuk pertandingan melawan Madura United, pada pekan ke 22 Liga1. Namun, lagi-lagi Robert dibuat bingung lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan laga tandang itu akan digelar di Stadion mana.

Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan yang menjadi markas Madura United dikabarkan tidak dapat digunakan karena sedang dilakukan renovasi. Belum ada kabar resmi dari pihak panitia pertandingan Madura laga melawan Persib akan dipindahkan ke Stadion mana.

"Kami baru akan mendapat kabar dimana laga melawan Madura pada 28 September. Jadi banyak laga yang belum jelas bagi Persib pada semusim kompetisi dan itu sangat disayangkan. Saya kebingungan kenapa ini sering terjadi karena ini tidak biasa di sepakbola, tetapi kami juga harus menerimanya karena ini konsekuensinya. Sangat disayangkan juga Bobotoh tidak bisa menyaksikan timnya bertanding melawan Arema Sabtu ini," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved