KPAID Tasikmalaya Berencana Turun ke Banjar, Dampingi Korban Cabul Guru Honorer

KPAID Tasikmalaya berencana turun ke Banjar. Mendampingi korban cabul guru honorer.

KPAID Tasikmalaya Berencana Turun ke Banjar, Dampingi Korban Cabul Guru Honorer
Tribun Jabar/Isep Heri
Konferensi pers Polres Banjar guru honorer cabul. 

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana mengatakan sejauh ini korban dari HA yang sudah diketahui jumlahnya ada sepuluh bocah.

Pelaku diduga melakukan perbuatannya pada sejumlah korban di kios gawai atau konter miliknya.

"Korban diiming-imingi diberikan servis hape gratis di konter pelaku," jelas Yulian saat menggelar konfrensi pers di aula Mapolres Banjar, Rabu (25/9/2019).

Selain mengiming-imingi servis hape gratis, pelaku juga memberikan sejumlah barang kepada korban agar kelakuannya tidak dibocorkan.

Sepintar-pintarnya tupai melompat tetap jatuh juga, kelakuan bejat pelaku terendus polisi saat ada dua bocah melapor menjadi korban pencabulan.

Yulian mengatakan kasus ini berawal dari laporan dua anak berusia enam dan tujuh tahun.

"Kedua korban mengaku dicabuli seorang pelaku yang berusia 11 tahun. Saat diamankan pelaku yang berusia 11 tahun ternyata merupakan korban (pencabulan) anak usia 12 tahun," tutur Yulian Perdana.

"Setelah didalami pelaku 12 tahun ini merupakan korban pencabulan HA yang diketahui guru honorer di sekolah dasar di daerah Pataruman," sambungnya.

Pada saat diamankan pada Minggu (22/9/2019) kemarin, HA juga tengah bersama dua orang bocah yang diduga juga korban.

"Kami temukan dua anak dalam penguasaannya. Pengakuan tersangka, anak itu tiga bulan jadi objek seksual," kata Yulian.

Halaman
123
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved