Jelang Pilkades Serentak, 35 Desa di Garut Rawan Konflik, Bakesbangpol Lakukan Ini

Sebanyak 35 desa dari 141 desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak masuk dalam kategori daerah rawan konflik.

Jelang Pilkades Serentak, 35 Desa di Garut Rawan Konflik, Bakesbangpol Lakukan Ini
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Ilustrasi: Warga menggunakan hak pilihnya dalam pilkades di Desa Cimanganten, Kabupaten Garut, Kamis (21/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 35 desa dari 141 desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa ( pilkades) serentak masuk dalam kategori daerah rawan konflik.

Pemkab Garut pun sudah memetakan potensi kerawanan.

Kepala Bakesbangpol Garut, Wahyudijaya, mengatakan kerawanan konflik dalam pilkades cukup tinggi.

Polisi Akan Kawal Pilkades di KBB yang Anggarannya Mencapai Rp 15 Miliar

Oktober Nanti, 211 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pilkades Serentak

Ribuan Anggota Linmas Kabupaten Bandung Diterjunkan pada Pilkades Serentak Oktober Mendatang

Pasalnya setiap calon memiliki basis massa yang berada dalam satu wilayah.

"Kami terus sosialisasi untuk menghindari konflik. Setiap calon juga kami minta jaga kondusivitas," ujar Wahyu, Kamis (26/9/2019).

Indikator kerawanan, lanjutnya, mulai dari calon petahana hingga calon yang menjadi pengurus ormas.

Potensi gesekan bisa terjadi dengan pengerahan massa.

"Selain itu juga bisa mempermasalahkan soal ijazah persamaan si calon. Tak jarang bisa menimbulkan konflik juga," katanya.

Deteksi dini potensi kerawanan, lanjutnya, telah dilakukan.

Bupati Bandung Minta BNN Jabar Ikut Menyeleksi Bakal Calon Kades di Pilkades Nanti

Pemkab KBB Anggarkan Rp 15 Miliar untuk Pilkades, Calon Kades Tak Perlu Pusing Biaya Pencalonan

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved