Breaking News:

Dua Bulan Gunung Tangkubanparahu Erupsi, Pemangku Adat Minta Masyarakat Sabar dan Ikhlas

Dua bulan Gunung Tangkubanparahu erupsi, pemangku ada meminta masyarakat sabar dan ikhlas.

ISTIMEWA
Kondisi Gunung Tangkubanparahu, Sabtu(7/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Gunung Tangkubanparahu yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang hingga saat ini sudah tepat 2 bulan mengalami erupsi dan statusnya masih Level II (Waspada).

Pemangku Adat Tangkubanparahu, Budi Raharja, mengatakan, masih berpotensinya erupsi dan aktivitas vulkanik, masyarakat harus bersabar dan ikhlas menerima kejadian erupsi tersebut.

"Tidak ada satu pun manusia yang bisa menghentikan. Kita harus sadar serta ikhlas menerima apa yang sudah ditakdirkan," ujar Budi Raharja melalui keterangan tertulisanya, Kamis (26/9/2019).

Menurutnya, tidak ada satu pun manusia baik itu orang biasa maupun ilmuwan sekalipun yang bisa menghentikan geliat alam khususnya aktivitas vulkanik gunung merapi karena peristiwa ini merupakan kehendak Sang Pencipta.

"Sejak 1,5 abad (lalu) telah tercatat gunung ini beberapa kali meletus dengan letusan jenis freatik akibat akumulasi gas-gas yang berasal dari uap air," katanya.

Kendati demikian, Gunung Tangkubanparahu, katanya, telah banyak memberikan manfaat bagi semua masyarakat, baik pengelola, pedagang, wisatawan, pemkab, pemprov, pemerintah pusat, maupun masyarakat Cikole-Lembang.

"Karena Gunung Tangkubanparahu memiliki kedudukan sangat penting dan disakralkan dalam sistim budaya sunda," katanya.

Pihaknya mengapresiasinya PVMBG dan Kementerian ESDM yang telah bekerja keras memantau terus-menerus tanpa lelah demi kepentingan masyarakat.

"Saya yakin pihak PVMBG tidak mau mengambil risiko, setelah peringatan dininya diabaikan oleh pihak pengelola sampai terjadinya erupsi tanggal 26 Juli tepat 2 bulan yang lalu dan hampir memakan korban," katanya.

Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi pada PVMBG Hendra Gunawan, mengatakan, kondisi Gunung Tangkubanparahu saat ini masih mengeluarkan asap putih dari kawah dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 20 hingga 120 meter dari dasar kawah.

"Untuk kegempaan, hari ini sudah 9 kali gempa embusan, amplitudo 2 hingga 4 milimeter dengab durasi 6 hingga 15 detik dan gempat tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 0.5 mm," katanya.

2 Bulan Gunung Tangkuban Parahu Ditutup, Pedagang Sudah Jual Motor dan Gadai Surat Tanah

Tercium Bau Belerang dari Gunung Tangkubanparahu hingga Cimahi dan KBB, Begini Kata Ahlinya

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved