Selasa, 9 Juni 2026

Dampak Kerusuhan di Wamena Papua, 1000-an Bangunan dan Kendaraan Hangus Terbakar

Selain puluhan orang tewas, kerusuhan di Wamena juga berdampak pada kerugian materi.

Tayang:
hand out
Massa pengunjuk rasa bakar kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) pagi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAYAPURA- Selain puluhan orang tewas, kerusuhan di Wamena juga berdampak pada kerugian materi.

Diketahui, kerusuhan di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua, terjadi pada Senin (23/9/2019).

Hingga Rabu (25/9/2019), kerusuhan di Wamena tersebut sudah menelan 32 korban jiwa. Sebagian besar jenazah mereka ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang terbakar.

Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah. Total, 1000 bangunan dan kendaraan hangus terbakar.

"224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar," jata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal di Jayapura, Kamis (26/9/2019).

Selain itu, terdapat 5 perkantoran hangus terbakar dan 15 lainnya rusak berat.

Ditemukan Lagi 4 Jenazah, Korban Tewas Kerusuhan di Wamena Jadi 32 Orang

Ada yang Bawa Senjata Laras Pendek di Kerusuhan di Wamena, Polisi Duga Bagian Kelompok Separatis

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan mengakomodasi kebutuhan warga selama mereka masih mengungsi.

Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal, Lukas Enembe memastikan Pemprov Papua akan memberikan bantuan.

"Kami akan bantu mereka yang rumahnya terbakar, namun kami menunggu pendataan, termasuk pembangunan kantor pemerintah," katanya. Jumlah korban tewas juga terus bertambah.

"Total sudah 32 korban tewas sampai malam ini. Yang ditemukan hari ini terbakar, ditemukan di puing-puing rumah," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Candra Dianto.

Kerusuhan di Wamena Sebabkan Kota Lumpuh, Sejumlah Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan

Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar atau hoaks.

Rudolf mengklaim kepolisian sudah mengkonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar. (Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wamena Rusuh, 465 Ruko, 165 Rumah dan 224 Mobil Hangus Dibakar"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved