Warga Minta Perbaikan Drainase & Trotoar Jalan Tuparev Cirebon Dilakukan Pada Malam Hari Karena Ini
Warga Kabupaten Cirebon mendesak proyek pengerjaan trotoar dan drainase di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, dilakukan pada waktu malam hari untuk m
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Kabupaten Cirebon mendesak proyek pengerjaan trotoar dan drainase di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, dilakukan pada waktu malam hari untuk menghindari kemacetan.
Haryadi (52), Warga Desa Pilang Sari, Kecamatan Kedawung, mengatakan bahwa Jalan Tuparev adalah jalan yang setiap hari banyak dilintasi oleh warga baik dari Kabupaten Cirebon atau pun Kota Cirebon.
"Jadi macet kan kalau dikerjakan pada siang hari. Kalau malam mungkin tidak, karena jalan juga mulai sepi," kata Haryadi di Jalan Tuparev, Rabu (25/9/2019).
• BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Wilayah III Cirebon Mundur 30 Hari, jadi Pertengahan November
Haryadi mengatakan, selain menyebabkan kemacetan, proyek tersebut menimbulkan pencemaran udara, lantaran debu dari material berterbangan sehingga debu terhirup warga.
"Warga tidak menolak pembangunan, tapi harus dilihat lah dampaknya," katanya.
Proyek perbaikan trotoar dan drainase tersebut dianggap oleh sebagian pengendara, sebagai salah satu penyebab kemacetan terutama dari Kabupaten Cirebon menuju Kota Cirebon.
Pantauan Tribun Jabar, Rabu (25/9/2019), proyek tersebut memakan hampir sebagian bahu jalan, lantaran material galian serta alat untuk perbaikan disimpan oleh para pekerja di bahu jalan.
Selain itu, keberadaan parkir liar di bahu jalan pun menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan.
• BREAKING NEWS, Mahasiswa Kuasai Gedung DPRD Garut, Meja Anggota Dewan Pun Dinjak-injak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/drainase-trotoar.jpg)