Kemarau Lebih Panjang, 15 Desa di Kabupaten Purwakarta Krisis Air Bersih

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Purwakarta mengalami krisis air bersih akibat kekeringan sejak beberapa bulan terakhir.

Kemarau Lebih Panjang, 15 Desa di Kabupaten Purwakarta Krisis Air Bersih
Tribun Jabar/Ery Candra
Warga Kampung Cantilan, Desa Warung Jeruk, Kecamatan Tegalwaru terpaksa memanfaatkan kubangan air di Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Sejumlah kecamatan di Kabupaten Purwakarta mengalami krisis air bersih akibat kekeringan sejak beberapa bulan terakhir.

Untuk menanggulangi peristiwa krisis air bersih, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana ( DPKPB ) Kabupaten Purwakarta terus mendistribusikan bantuan air.

Krisis air bersih pun diprediksi akan terus meluas lantaran hujan belum juga turun.

Kepala DPKPB Purwakarta, Wahyu Wibisono, menyebut pihaknya telah mengirimkan 433.400 liter air bersih ke 15 desa yang berada di 11 kecamatan.

"Musim kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun kemarin. Di Purwakarta hampir empat bulan terakhir tak turun hujan. Maka wajar terjadi krisis air bersih. Karena sumber air mulai surut. Kekeringan ini yang terdampak sebanyak 14.282 kepala keluarga," ujar Wahyu Wibisono saat dikonfirmasi, Rabu (25/9/2019).

Kekurangan Armada Distribusi Air Bersih, Pemkab Purwakarta Minta Bantuan Pemprov Jabar

Kota Bandung Krisis Air Bersih, PDAM Tirtawening: Harus Ada Pengerukan di Sumber-sumber Air Baku

Dia tak menampik apabila krisis air bersih akan dialami lebih dari 15 desa. Menurutnya, masih terdapat desa yang belum melaporkan atau meminta bantuan distribusi air bersih karena bencana kekeringan ini.

"Sejumlah desa ini sudah kami lakukan suplai air bersih," katanya.

Pihaknya, mengimbau warga yang kesulitan air bersih supaya tak sungkan melaporkan melalui nomor Dinas Komunikasi dan Informasi atau sms center bupati.

Wahyu Wibisono mengklaim hingga kini pihaknya belum memiliki armada tanki air. Padahal idealnya, Purwakarta mesti memiliki dua kendaraan tanki air dengan kapasitas 4.500 liter.

"Kami belum punya mobil tanki air sendiri. Sementara kerja sama dengan tanki PDAM sehingga pelayanan kepada masyarakat belum maksimal," ujarnya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved