Empat Jam Duduki DPRD Garut, Perjuangan Mahasiswa Berbuah Manis, Tuntutan Mereka Dipenuhi

Empat jam kuasai DPRD Garut, perjuangan mahasiswa berbuah manis. Tuntutan mereka dipenuhi.

Empat Jam Duduki DPRD Garut, Perjuangan Mahasiswa Berbuah Manis, Tuntutan Mereka Dipenuhi
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Ketua DPRD Garut, Enan (kiri) dan korlap aksi mahasiswa, Dadan Nurjaman menunjukkan surat tuntutan yang telah ditandatangani oleh perwakilan DPRD Garut dan mahasiswa, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tuntutan mahasiswa Garut akhirnya diterima DPRD Garut.

Setelah melakukan aksi sejak pagi hari, tujuh tuntutan mahasiswa ditandatangani anggota dewan.

Upaya agar tuntutan mahasiswa bisa diterima dilakukan setelah menduduki DPRD Garut selama empat jam.

Anggota dewan pun akhirnya bersepakat untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa menunjuk salah satu anggota dewan saat melakukan audensi di ruang paripurna DPRD Garut, Rabu (25/9/2019).
Sejumlah mahasiswa menunjuk salah satu anggota dewan saat melakukan audensi di ruang paripurna DPRD Garut, Rabu (25/9/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Selain itu, anggota dewan siap memfasilitasi para mahasiswa untuk pergi ke Jakarta.

Usai tuntutannya diterima, sekitar pukul 14.30, mahasiswa akhirnya membubarkan diri.

Wakil Ketua DPRD Garut, Enan, mengatakan, sengaja menerima mahasiswa ke ruang paripurna.

Jika dibiarkan, ia khawatir akan berdampak luas masalahnya.

Mahasiswa Garut beraudiensi dengan anggota DPRD Garut.
Mahasiswa Garut beraudiensi dengan anggota DPRD Garut. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

"Nanti kami akan sampaikan aspirasi mahasiswa ke pusat. Perancang UU itu, kan, pusat (DPR). Apalagi sejumlah RUU sudah ditunda pengesahannya," kata Enan, Rabu (25/9/2019).

Enan pun berjanji akan memfasilitasi mahasiswa Garut untuk pergi ke Jakarta.

Terkait adanya perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan salah satu anggota dewan, Enan menilai sebagai hal biasa.

"Dalam demokrasi sah-sah saja dalam beda pendapat. Itu hak politis mereka. Sama-sama hargai saja," ujarnya.

Mahasiswa menguasai ruang paripurna DPRD Garut saat menggelar aksi unjuk rasa penolakan sejumlah RUU dan UU KPK, Rabu (25/9/2019).
Mahasiswa menguasai ruang paripurna DPRD Garut saat menggelar aksi unjuk rasa penolakan sejumlah RUU dan UU KPK, Rabu (25/9/2019). (Tribunjabar/Firman Wijaksana)

Enan pun mempersilakan mahasiswa untuk menjadwalkan ulang jika ingin bertemu dengan ketua dewan.

Pasalnya saat ini, ketua dewan tengah berduka karena ibunya meninggal dunia.

"Saya sudah datang ke rumahnya dan memang ibunya meninggal dunia. Itu bukan omong kosong," ucapnya.

Anggota DPRD Garut Dilempar Botol dan Kardus, Audiensi dengan Mahasiswa Diwarnai Kericuhan

BREAKING NEWS, Mahasiswa Kuasai Gedung DPRD Garut, Meja Anggota Dewan Pun Dinjak-injak

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved