Debit Air Waduk Jatiluhur Purwakarta Menyusut, Tukang Ojek Perahu Kehilangan Banyak Penumpang

Kondisi Waduk Jatiluhur itu berdampak pada warga sekitar, terutama tukang ojek perahu yang kehilangan penumpang secara signifikan.

Debit Air Waduk Jatiluhur Purwakarta Menyusut, Tukang Ojek Perahu Kehilangan Banyak Penumpang
Tribun Jabar/Ery Candra
Pengemudi ojek perahu, Endang Suherman saat, mengemudikan perahu di Waduk Jatiluhur menuju kolam para petani pembibitan ikan, di Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Debit air di Bendungan Ir. H Juanda atau Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta mengalami penyusutan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Kondisi Waduk Jatiluhur itu berdampak pada warga sekitar, terutama tukang ojek perahu yang kehilangan penumpang secara signifikan.

Alhasil, pendapatan para tukang ojek perahu di Waduk Jatiluhur pun turun drastis.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di Waduk Jatiluhur, puluhan perahu berjejer di pinggir waduk. Hanya tampak seorang pria yang berada di antara deretan perahu tersebut.

Endang Suherman (52), satu di antara pengemudi ojek perahu di kawasan Waduk Jatiluhur mengaku sangat merasakan dampak dari penyusutan air waduk akibat musim kemarau.

Deretan perahu yang bersandar di  sisi Waduk Jatiluhur, Desa Jatimekar, Kampung Serpice Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/9/2019).
Deretan perahu yang bersandar di sisi Waduk Jatiluhur, Desa Jatimekar, Kampung Serpice Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/9/2019). (Tribun Jabar/Ery Candra)

"Sekarang sangat berpengaruh buat kami. Khawatir karena bisa saja perahu nyangkut di pasir dan tanggul. Penghasilan juga turun," ujar Endang kepada Tribun Jabar di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/9/2019).

Pasokan Air dari Waduk Jatiluhur Dijamin Aman Mulai Jawa Barat hingga Jakarta

Ridwan Kamil Segera Bangun Masjid dan Hotel Terapung di Waduk Jatiluhur, Begini Konsepnya

Endang mengatakan usaha yang mereka lakoni berdampak untuk kehidupan sehari-hari. Karena penghasilan yang diperoleh tak menentu. Bahkan dalam satu bulan bisa dihitung dengan jari orang yang naik ojek perahu.

"Tekor sekarang usaha di air karena enggak menentu. Satu minggu ini saja baru ini ada penumpang," katanya.

Dia menceritakan sejak 1983 hingga kini mencari nafkah melalui jasa ojek perahu diwilayah Desa Jatimekar, Kampung Serpice Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Halaman
12
Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved