Terduga Teroris AR Tinggal dan Besar di Rumah Panggung Tepi Jurang, Tamat SMP Langsung Merantau

terduga teroris yang ditangkap Densus 88 ternyata tinggal dan besar di sebuah rumah panggung sederhana di bibir tebing di Kabupaten Cianjur.

Terduga Teroris AR Tinggal dan Besar di Rumah Panggung Tepi Jurang, Tamat SMP Langsung Merantau
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rumah panggung keluarga terduga teroris AR di Cianjur yang anaknya diamankan Densus 88 karena menjadi terduga teroris di Bekasi, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- AR (21), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 ternyata tinggal dan besar di sebuah rumah panggung sederhana di bibir tebing di Kabupaten Cianjur.

Rumah berdinding bilik warna putih dan tepi kayu bercat hijau ini terletak paling ujung dari deretan rumah panggung lainnya.

Tak ada kursi dan meja di ruang tamu, hanya terlihat televisi berukuran 14 inch, yang menjadi hiburan keluarga AR.

AR tak melanjutkan lagi sekolah setelah tamat SMP.

Pemuda warga Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur ini langsung meminta kepada sang ayah, R (45) untuk pergi merantau ke kota mencari uang.

Melihat keinginan sang anak, ayah AR pun hanya bisa mendoakan agar AR sehat selama di perantauan mencari uang.

Orang Tua Terduga Teroris Asal Cianjur Ceritakan Perubahan Anaknya Sebelum Ditangkap Densus 88

Orangtua Asep Terduga Teroris asal Cianjur Menangis, Tak Bisa ke Jakarta, Tak Punya Uang

Di usianya yang masih remaja, AR pun membulatkan tekadnya untuk pergi ke Bandung.

Berbekal ijazah SMP, AR sempat kesulitan mencari pekerjaan dan harus bersaing dengan pencari kerja lain di kota besar yang kebanyakan lulusan SMA.

Lama mencari kerja, AR melipir ke daerah Cimahi dan mendapat pekerjaan sebagai pelayan toko oleh-oleh di rest area tol.

"Anak saya hanya tamat SMP, ia langsung ingin bekerja mencari uang mungkin ingin membantu saya yang hanya kuli bangunan ini, ia pamit ingin pergi ke Bandung dan tak melanjutkan sekolah," ujar ayah AR, Rosid (45).

Ayah AR pun tak curigatmengenai aktivitas di perantauan anaknya sudah mulai ikut kumpulan yang mengagendakan rutin pertemuan.

"Saya pikir seperti pengajian di kampung saja, saya selalu bilang untuk berhati-hati bergaul, anak saya selalu menjawab seadanya, dan saya pun tak terlalu curiga," kata Rosid.

Rosid yang tinggal di pelosok selatan Cianjur, hanya memantau anaknya melalui telepon saat itu.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved