Tak Ada Sosialisasi, Jumlah Beras Bantuan di Kabupaten Sumedang Berkurang Jadi 8 Kg, Ini Alasannya

warga Kabupaten Sumedang yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) hanya menerima beras Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) sebanyak 8 kg

Tak Ada Sosialisasi, Jumlah Beras Bantuan di Kabupaten Sumedang Berkurang Jadi 8 Kg, Ini Alasannya
Istimewa
Warga nampak protes dan kecewa melihat jumlah bantuan beras yang disalurkan pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berkurang, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Sejak bulan ini, warga Kabupaten Sumedang yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) hanya menerima beras Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) sebanyak delapan kilogram saja.

Padahal, bada bulan-bulan sebelumnya, jumlah beras BPNT yang diterima KPM beratnya hingga sepuluh kilogram.

Sebagai gantinya, kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat Kabupaten Sumedang naik dari kualitas medium menjadi premium.

Hal tersebut tidak diketahui warga Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut disampaikan Yaya (60), Ketua RW01, Kampung Neglasari, Desa Cimarias, ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya, Senin (23/9/2019).

Viral Video Warga Sumedang Protes Soal Beras BNPT, Ternyata Gara-gara Jumlah Beras Kurang 2 Kg

TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab, Bupati Langsung Telepon KBRI, Keluarga Minta Dibawa Pulang

"Jadi tidak ada sosialisasi, makanya warga tidak tahu kalau beras jadi 8 kilogram, ya dikiranya ke mana yang dua kilogram lagi itu," ujar Yaya.

Bahkan, Yaya mengatakan, warga kini tahu pengurangan tersebut karena jadi ramai dan gaduh di masyarakat.

"Saya saja selaku RW tidak ada kabar penurunan jumlah itu, saya juga kan jadi tidak tahu," ujar Yaya.

Yaya mengatakan, seandainya pihaknya sudah menerima sosialisasi terkait BPNT tersebut, maka warga pun dapat diberitahu.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video kembali menjadi sorotan warga Kabupaten Sumedang.

Dalam video tersebut, warga nampak protes dan kecewa melihat jumlah beras bantuan yang disalurkan pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berkurang.

Warga yang melakukan protes tersebut adalah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved