Selasa, 28 April 2026

Selama Bulan September 2019, 44 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar di Kabupaten Majalengka

Selama bulan September 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Majalengka mencapai 44 hektare.

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Selama bulan September 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Majalengka mencapai 44 hektare.

Menurut catatan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Majalengka, Karhutla itu terjadi selama 25 kali di berbagai desa di Kabupaten Majalengka.

Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan karhutla yang tercatat oleh timnya terhitung sejak 1 September 2019 hingga 20 September 2019.

Dikatakan dia, kejadian itu menghanguskan lahan sekitar 44 hektare dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 103 milyar.

"Kejadian di bulan September terbilang banyak karena sejak 1 September sampai 20 September telah terjadi 25 kali kebakaran, malahan ada di satu desa terjadi tidak hanya sekali, belum tahu pasti faktor apa penyebab kejadian tersebut," ujar Agus, Senin (23/9/2019).

BPBD mencatat kebakaran terparah terjadi di Desa Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka yang terjadi pada tanggal 13 September 2019 dengan menghabiskan lahan sekitar 12,1 hektare.

Gunung Lagadar di Kabupaten Bandung Kebakaran, Penyebab Belum Diketahui

Potensi Kebakaran Hutan di KBB Tinggi, Warga Pun Diberikan Pelatihan Penanganan Dini

Disampaikan Agus, atas kejadian tersebut, kerugian yang diterima mencapai Rp 40 juta.

"Paling besar di Babakan Jawa di Gunung Martapada kemarin, kerugian mencapai Rp 39.931.000. Kejadian tersebut merusak vegetasi alam, seperti bambu, jati, mahoni, mangga, sendok Keling, sengoi, petai dan Alba," ucap dia.

Selain itu, Agus menyamlaikan di Desa Pagaraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka juga termasuk kejadian kebakaran yang tergolong parah.

Kejadian tersebut menghanguskan luas lahan sekitar 6 hektare.

"Di desa Pagaraji juga pada tanggal 10, 12 dan 13 September terjadi kebakaran. Kerugian yang diterima dari kebakaran itu mencapai Rp 26.730.000 dengan merusak vegetasi bambu dan mahoni," kata Agus.

Menyikapi banyaknya peristiwa kebakaran di Kabupaten Majalengka, Agus mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar hutan dan lahan.

Sebab, dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini, banyak ilalang yang mudah terbakar.

"Kalau sudah merembet ke wilayah lain, takutnya api sulit untuk dikendalikan. Kami pun meminta kepada masyarakat agar secepatnya melaporkan jika melihat dan mendengar kejadian kebakaran agar cepat segera ditangani," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved