Selasa, 14 April 2026

Polisi Akan Kawal Pilkades di KBB yang Anggarannya Mencapai Rp 15 Miliar

Aparat kepolisian dari Polres Cimahi akan mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat sosialisasi Pilkades di Lembang, Rabu (24/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Aparat kepolisian dari Polres Cimahi akan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa / Pilkades serentak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang akan digelar pada 24 November 2019 mendatang.

Untuk pengamanan tersebut, Polres Cimahi telah memetakan potensi kerawanan gangguan kamtibmas selama pelaksanaan Pilkades tersebut, sehingga pengamanan pun akan diperketat dengan menerjunkan intelejen.

Pada tahapan pengamanan pra pilkades itu jajaran Polres Cimahi lebih mengedepankan fungsi intelejen dengan melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat di sejumlah desa.

"Sejauh ini belum terdeteksi akan adanya gangguan kamtibmas pada pilkades serentak di KBB. Namun kami tidak mau underestimate dan tetap meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Senin (23/9/2019).

Oktober Nanti, 211 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pilkades Serentak

Polres Cimahi Bekuk Dua Tersangka Pencurian Motor, Dua Lagi Merupakan Residivis dan Masih Diburu

Menururnya, hal tersebut perlu dilakukan karena pelaksanaan pilkada, pileg, maupun pilkades sama-sama memiliki potensi karakteristik dan kerawanan masing-masing. Bahkan mengenai desa-desa yang dianggap rawan konflik, semuanya dunilai memiliki potensi.

"Jadi pengamanan yang dilakukan itu harus dari mulai pra, pengamanan inti pada hari H, dan pasca. Untuk pra ini fungsi intelejen dikedepankan seperti dari intel dan binmas," katanya.

Dalam pengamanan ini, pihaknya akan bersinergi dengan jajaran TNI dari Kodim 0609/Kabupaten Bandung, unsur babinsa, dan Pemda KBB dalam melakukan pemetaan wilayah rawan dan 112 desa yang melaksanakan pemilihan semua mendapatkan atensi yang sama.

"Semua sama tidak ada prioritas, semua anggota turun ke masyarakat. Jadi masyarakat harus pro aktif melapor ke petugas jika melihat ada potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya," kata Rusdy.

Ribuan Mahasiswa di Bandung Masih Bedemo di Halaman Gedung DPRD Jabar, Selamat KPK

Kerusuhan di Wamena, 16 Warga Sipil Meninggal Dunia, 65 Orang Luka-luka

Dalam pilkades tahun ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menyiapkan anggaran hingga Rp 15 miliar yang akan diikuti sebanyak 112 desa.

Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara, mengatakan, pihaknya memang akan menjamin anggaran untuk pelaksanaan pilkades tersebut, sehingga para calon tak perlu memikirkan biaya untuk pencalonannya.

"Jaminan anggaran itu untuk menghindari terjadinya perbuatan melawan hukum. Jangan sampai ketika menang dan sudah banyak mengeluarkan anggaran, terpikir bagaimana cara untuk mengembalikan uang yang telah dikeluarkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved