Kemarau Tahun Ini Ekstrem, Produksi Kopi di Kabupaten Bandung Turun Hingga 50 Persen

Kemarau tahun ini ekstrem, produksi kopi di Kabupaten Bandung turun hingga 50 persen.

Kemarau Tahun Ini Ekstrem, Produksi Kopi di Kabupaten Bandung Turun Hingga 50 Persen
TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
Ilustrasi panen kopi Gunung Puntang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Kemarau panjang yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir berdampak kepada menurunnya produksi kopi di tingkat petani Kabupaten Bandung.

Pada semester pertama ini produksi kopi turun hampir 50 persennya dari tahun lalu.

Salah seorang petani kopi Gunung Puntang Yuli Hidayat (39) mengatakan, produksi kopi pada 2019 mengalami penurunan sebanyak 15 persen dibandingkan tahun kemarin.

Penurunan produksi terjadi pada luas area tanaman kopi miliknya seluas 4 hektare.

"Ada penurunan karena kemarau panjang. Tahun ini mengalami penurunan sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu. Penyebabnya angin kencang, pas kopi berbunga. Bunganya rontok," ujarnya di Soreang, Senin (23/9/2019).

Ia menambahkan, produksi kopi yang menurun berdampak kepada tingkat penjualan kopi merek kopi miliknya.

Menurutnya, saat ini tidak bisa memenuhi permintaan pasar karena stok yang menipis.

"Sejauh ini ada beberapa permintaan yang terpaksa tidak terpenuhi karena stok juga sedikit," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan musim kemarau panjang berdampak kepada panen raya kopi yang hanya sekali di Kabupaten Bandung. Sedangkan di wilayah Sumatera Utara panen raya bisa dua kali.

"Dampak kemarau ke kami jadi sekali panen Raya (Juli-Agustus)," katanya saat ditemui di kantornya di Soreang, tadi siang.

Tisna mengatakan pada 2018, produksi kopi dari luas tanam 11.029 hektare lebih di Kabupaten Bandung mencapai 6.600 ton. Sedangkan pada 2019 produksi kopi hanya mencapai 3.429 ton saja.

Menurutnya, produksi kopi mengalami penurunan, karena musim kemarau berdampak kepada proses produksi yang menjadi terhambat, sehingga produksi akan mengalami kekurangan dan tidak akan sama dengan tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin kemaraunnya tidak terlalu ekstrem. Kalau sekarang relatif ekstrem," ujarnya.

Tisna menambahkan di Kabupaten Bandung sendiri terdapat 206 kelompok tani kopi dengan jumlah petani mencapai sekitar 15 ribu orang.

Di Kabupaten Bandung Setiap Kecamatan Harus Punya Alun-alun, di Setiap RW akan Dibangun Taman

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved