Gunung Merapi Meletus dan Keluarkan Awan Panas, Ini Penjelasan Resmi BPPTKG

Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas siang tadi. Ini penjelasan resmi dari BPPTKG.

Gunung Merapi Meletus dan Keluarkan Awan Panas, Ini Penjelasan Resmi BPPTKG
Twitter@BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau via PGM Ngepos pada Sabtu (30/3/2019). 

Hal ini konsisten dengan data pemantauan suhu kubah lava sekitar 1 jam menjelang letusan yang menunjukkan adanya kenaikan suhu pada beberapa titik pada kubah lava sekitar 100 derajat celcius.

"Data pemantauan menurun dan tenang kembali setelah kejadian APL sampai dengan saat ini," kata Hanik.

Menurut dia, awan panas guguran dan awan panas letusan masih berpotensi terjadi. Sebab suplai magma masih berlansung.

Hal itu ditunjukkan dengan masih terjadinya gempa-gempa dari dalam seperti gempa VTA (gempa vulkanik dalam), VTB (gempa vulkanik dangkal), dan MP (multiphase) dalam jumlah yang signifikan.

Ancaman bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas erupsi saat ini masih sama, yaitu luncuran awan panas dan lontaran material erupsi di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Hasil pemodelan menunjukkan jika kubah lava saat ini (461.000 meter kubik) runtuh, luncuran awan panas tidak melebihi radius 3 kilometer. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa," ucap Hanik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BPPTKG mengenai Awan Panas Letusan Gunung Merapi Hari Ini".

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved